Simalungun, Sumut, 12/8 (Antara) - Masyarakat Nagori Tanjung Pasir dan Nagori Panombean Marjanji, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengharapkan jembatan penghubung antar dua desa tersebut perlu direhab.
Jembatan ini terdiri dari batang-batang kayu yang sebagian sudah lapuk dan terlepas dari susunan sehingga menimbulkan lubang.
"Harus sangat hati-hati, apalagi musim hujan, jembatan jadi licin. Bahkan beberapa hari yang lalu ada warga yang menjadi korban,"
kata Luhut Butar-butar, warga Nagori Tanjung Pasir, Selasa.
Luhut menyampaikan, warga tidak punya pilihan lain untuk beraktivitas ke luar desa seperti bekerja, sekolah dan membawa hasil
bumi.
"Kami selalu was-was saat melintas dan mengkhawatirkan keselamatan keluarga terutama anak-anak yang sekolah di luar desa,"
kata Luhut.
Parningotan Sianipar menambahkan, warga sudah mengusulkan kepada aparat pemerintah desa dan Kecamatan Tanah Jawa untuk perehaban.
"Di dalam musrenbang (musayawarah rencana pembangunan) desa juga diusulkan, namun realisasinya belum ada," sebut Parningotan. ***2***
(T.KR-WRS/C/S. Muryono/S. Muryono)
