Binjai, Sumut, 14/6 (Antara) - Pemerintah Kota Binjai, Sumatera Utara akan memasang lampu tenaga surya (solar cell) di berbagai tempat yang sudah diprogramkan sebagai upaya menghemat pembayaran listrik.

"Kita akan pasang lampu colar cell di berbagai tempat untuk menambah keindahan kota, khususnya pada malam hari, disamping penghematan listrik," kata Wali Kota Binjai Muhammad Idaham, di Binjai, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa, pemasangan listrik hemat energi dan ramah lingkungan ini direncanakan di puskesmas rawat inap Tanah Tinggi.

Selain itu juga dipasang di pasar tradisional, pasar modern, jalan Sibolga Kelurahan Rambung Barat Kecamatan Binjai Selatan, termasuk di beberapa perkantoran yang berada di sekitarnya.

"Rusunawa yang ada di daerah itu juga akan dipasangi lampu solar cell ini, untuk penerangan komplek perumahan tersebut," katanya.

Lampu solar cell ini sangat hemat energi, seperti yang sudah dipasang di Jalan Sudirman kota Binjai, dan dapat memberikan mamfaat ganda lainnya seperti tidak adanya kabel-kabel yang melintang di badan jalan.

"Tentu melalui pemasangan lampu solar cell ini pemerintah kota akan menghemat pembayaran listrik yang selama ini harus dikeluarkan oleh instansi terkait yang menangani itu," ujar Idaham.

Wali Kota Binjai ini menambahkan selain pemasangan lampu solar cell, juga dikembangkan berbagai taman hutan kota, melakukan berbagai penghijauan, untuk menambah keasrian dan hijaunya kota "rambutan" ini.

Selain itu, sekarang ini sedang giatnya dikembangkan varietas jambu madu deli, dan jambu kesuma yang sudah diminati berbagai daerah lain.

Tidak ketinggalan juga jambu tanpa biji sedang dikembangkan, kesemuanya untuk menjadikan kota ini sabagai salah satu kota buah, yang juga merupakan kota tujuan wisata buah nantinya, selain rambutan.

"Kita berharap apa yang kita lakukan akan dapat memberikan peningkatan pendapatan buat warga kota, sehingga ekonomi mereka terus semakin meningkat melalui berbagai terobosan yang dilakukan," katanya.***3***
(T.KR-IFZ/C/I.K. Sutika/I.K. Sutika)

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026