Medan, 2/6 (Antara) - Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Tengku Erry Nuradi meminta PLN segera mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu untuk membantu mengurangi krisis listrik di daerah itu.

"Krisis listrik di Sumut yang terjadi sejak lima tahun lalu harus diatasi. PLTU Pangkalan Susu adalah salah satu solusinya," katanya saat menerima audiensi General Manager PT Indonesia Power UBOH PLTU Pangkalan Susu, Fardin Hasibuan, di kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin.

Untuk bisa beroperasi segera, manajemen PT Indonesia Power sebagai investor pembangunan PLTU Pangkalan Susu diminta segera menyelesaikan sejumlah kendala dalam pengoperasian antara lain menyangkut pembangunan transmisi yang belum rampung akibat masalah pembebasan lahan warga.

Menurut Erry, dalam dua tahun terakhir, Sumut mengalami kekurangan daya dalam kondisi normal mencapai 150 megawatt atau kurang 450 megawatt saat beban puncak dari kebutuhan listrik yang sebanyak 1.650 megawatt setiap hari.

Wagub menegaskan, Pemprov Sumut terus selalu mengingatkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan langkah-langkah strategis untuk mencari solusi krisis listrik.

"Memang sudah banyak solusi termasuk penyewaan genset dan menjalin kerja sama dengan PLTU Nagan Raya, Aceh dengan bantuan suplai daya listrik sebesar 100 megawatt, tetapi masih belum mencukupi sehingga pengoperasian PLTU Pangkalan Susu diharapkan bisa membantu," katanya.

Pemprov Sumut juga sudah meminta pasokan listrik dari PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebesar 120 megawattn walau akhirnya disanggupi hanya 40 megawatt dampak debit air Danau Toba yang tidak stabil.

Erry menegaskan, dengan adanya tiga pembangkit listrik yang akan beroperasi yakni Pembangkit Listrik Labuhan Angin, Sarulla dan PLTA Asahan 3 dengan total daya mencapai 1.000 megawatt diharapkan tidak lagi terjadi kekurangan listrik.

"Diakui, kebutuhan listrik di Sumut meningkat cukup besar atau tujuh persen setiap tahun sehingga harus ada tambahan sedikitnya 120 megawatt per tahun," katanya.

General Manager PT Indonesia Power PLTU UBOH Pangkalan Susu, Fardin Hasibuan mengatakan, berdasarkan rencana sebelumnya, PLTU itu sudah beroperasi awal Oktober mendatang.

Dalam tahap awal, PLTU Pangkalan Susu akan mampu mensuplai daya listrik 200 megawatt dan naik hingga 400 megawatt kalau PLTU itu beroperasi penuh. ***2***
Biqwanto
(T.E016/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 02-06-2014 19:12:45

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026