Oleh Munawar Mandailing
Medan, 21/4 (Antara) - Pengawas yang dilibatkan untuk memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Atas dan sederajat tahun 2014 di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, mencapai sekitar 2.000 orang.
Koordinator Pengawas Soal Ujian Nasional (UN) SMA di Sumut, Eddiyanto, PhD, di Medan, Senin, mengatakan pengawasan tersebut, dilakukan selama tiga hari, 14-16 April 2014 di sekolah SMA, MA dan SMK di Sumut.
Menurut dia, tercatat sebanyak 956 SMA, 429 Madrasah Aliyah, dua sekolah SMA Luar Biasa, dan 819 SMK di Provinsi Sumut yang diawasi pengawas tersebut.
Selain itu, pengawas juga memonitor naskah ujian UN SMA yang tiba dari Bandung, dan ditempatkan di sebuah gudang di Jalan Letda Sujono Medan.
"Pengawas juga ikut memantau secara langsung pendistribusian naskah soal UN yang kurang di daerah dan juga tertukarnya soal ujian yang akan diujikan di sejumlah SMA maupun SMK di Sumut," ucap Eddiyanto.
Dia menyebutkan, semua permasalahan dan hambatan mengenai naskah UN SMA di Sumut harus diketahui pengawas dan dilaporkan ke institusi terkait di Kemendikbud.
Pengawas juga menghimpun berbagai informasi mengenai dugaan terjadinya kebocoran naskah UN SMA dan begitu juga beredarnya isu kunci jawaban yang diperjualbelikan bagi peserta senilai jutaan rupiah.
"Seluruh informasi mengenai permasalahan naskah UN SMA yang beredar tersebut, dikumpulkan pengawas yang berada di lapangan maupun di kabupaten/kota dan daerah terpencil," kata Koordinator Pengawas.
Ketika ditanya mengenai pengawas yang dikerahkan untuk memantau UN SMA di Sumut, Eddiyanto mengatakan, dari dosen Unimed, Koperti Wilayah I, Diknas Provinsi Sumut, Diknas Kabupaten/Kota dan lainnya.
"Pengawas soal UN SMA Sumut yang paling banyak adalah berasal dari dosen Unimed dan setiap tahun tetap dipercaya mengawasi pelaksanan UN tersebut," kata Eddiyanto.
Data jumlah peserta UN SMA di Provinsi Sumut, tercatat sebanyak 209.835 orang diikuti 956 SMA dengan jumlah peserta 99.563 orang, dan Madrasah Aliyah diikuti 429 sekolah dengan jumlah peserta 20.847 orang.
Kemudian, SMA Luar Biasa (SMA LB) diikuti dua sekolah dengan jumlah peserta empat orang, SMK 819 sekolah peserta UN 85.042 orang.***3***
(T.M034/B/I.K. Sutika/I.K. Sutika)
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.