Oleh Evalisa Siregar

Medan, 15/3 (Antara) - Puluhan penderita kusta di Sumatera Utara kembali turun ke jalan menjadi pengemis dengan alasan kekurangan makanan setelah dihentikannya bantuan beras oleh pemerintah provinsi.

Para penderita kusta baik perempuan maupun laki-laki, Sabtu (15/3) malam, memenuhi sejumlah perempatan jalan di Kota Medan mulai dari Jalan Juanda/Brigjen Katamso hingga Jalan Gatot Subroto.

Di sekitar traffic light, sejumlah pengemis terlihat membentangkan spanduk yang bertuliskan keluhan tentang tidak adanya bantuan obat dan beras dari pemerintah sehingga harus menjadi pengemis.

Bersamaan dengan membentangkan spanduk itu, sejumlah penderita kusta menyodorkan mangkok dan kardus bekas mi instan kepada setiap pengguna jalan.

"Tolong bu/pak, kami kekurangan makan karena tidak ada bantuan. Kami tidak bisa kerja karena dengan penyakit kusta ini tidak ada yang mau memperkerjakan," kata seorang perempuan penderita kusta itu di Jalan Juanda Medan.

Seorang penderita kusta, Yusuf, yang mengaku warga di kompleks kusta Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, menyebutkan mereka mengemis di jalan umum karena bantuan beras dan obat dari Pemerintah Provinsi Sumut tidak ada lagi sejak tiga bulan terakhir.

Kepala Dinas Sosial Sumut Alexius Purba maupun Kepala Dinas Kesehatan Sumut Raden Roro Siti Hatati Surjantini tidak bisa dikonfirmasi.

Telepon selular kedua pejabat Pemprov Sumut itu tidak bisa dihubungi, sedangkan dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat (SMS) juga tidak dibalas. (E016)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026