Medan, 20/2 (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis bisa menekan angka inflasi tahun ini dengan target hanya di kisaran 4,5 persen plus minus satu persen dari sebesar 10,18 persen di tahun 2013.
"Inflasi di Sumut tahun ini diyakini bisa jauh lebih rendah dari tahun 2013 yang diakui cukup tinggi atau mencapai 10,18 persen secara kumulatif. Tetapi diakui memang perlu kerja keras," kata Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemprov Sumut, Sabrina, di Medan, Kamis.
Menurut dia, inflasi di Sumut yang cukup tinggi, bukan saja mengganggu perekonomian daerah tetapi juga berdampak ke secara nasional dan itu tentunya merugikan dan perlu diatasi.
Tahun lalu, kata dia, inflasi Sumut memberikan andil sekitar 4,8 persen pada inflasi nasional.
"Jadi memang seharusnyalah inflasi ditekan. Penekanan sudah dilakukan Pemprov Sumut sejak awal 2014 bahkan akhir 2013," katanya.
Langkah Pemprov Sumut antara lain dengan menjaga kelancaran pasokan barang, memantau ketat harga di pasar, menyalurkan beras untuk warga miskin (raskin) secara lebih cepat dan lancar dan termasuk melakukan operasi pasar (OP) beras di Kota Medan.
Sabrina mengakui, Pemrov Sumut memang memfokuskan penanganan inflasi di Medan karena kota yang menjadi ibu kota Provinsi Sumut itu memberi andil besar dalam inflasi Sumut atau tahun lalu hingga 82 persen.
Lebih jauh, Asisten II Ekbang itu juga mengakui, andil terbesar dalam terjadinya inflasi di Medan dan Sumut secara keseluruhan adalah dari kenaikan harga beras dan hortikultura khususnya bawang dan cabai merah.
Oleh karena itu pula, penanganan inflasi juga difokuskan pada kelompok barang itu.
"Mudah-mudahan inflasi bisa ditekan sesuai target,"katanya.
Keoptimisan Pemprov Sumut bisa menekan inflasi juga mengacu pada kemungkinan besar akan stabilnya perekonomian dan termasuk diperkirakan tidak adanya kenaikan harga berbagai barang secara signifikan dan termasuk harga bahan bakar minyak (BBM).
"Meski ada kekhawatiran, tetapi Pemilu (pemilihan umum) diperkirakan tidak terlalu besar berdampak pada gejolak harga," katanya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX, (Sumut-Aceh), Hari Utomo menyebutkan, dengan inflasi di Sumut yang lebih rendah dari tahun lalu atau seperti yang ditargetkan sebesar 4,5 persen plus minus, maka pertumbuhan ekonomi Sumut bisa lebih dari 6,1 persen.***2*** (T.E016/B/Suparmono/Suparmono) 20-02-2014 20:18:58
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.