Oleh Irwan

Medan, 17/2 (Antara) - Komisi Pemilihan Umum merasa optimis partisipasi pemilih dalam kegiatan lima tahunan itu akan cukup tinggi, terutama jika dilihat dari hasil survei sejumlah lembaga.

Kepada Antara Medan, Senin, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik mengatakan, dari berbagai hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga independen, didapatkan keinginan responden untuk memilih dalam Pemilu 2014 mencapai 90 persen.

Sedangkan responden yang absolut menyatakan tidak mau menggunakan hak pilih dalam Pemilu yang diikuti 12 parpol secara nasional itu sekitar 1-5 persen.

"Selebihnya ragu-ragu antara iya dan tidak (ikut memilih)," katanya tanpa menyebutkan nama lembaga survei independen itu.

Pihaknya merasa gembira atas beberapa hasil survei lembaga independen tentang potensi partisipasi pemilih tersebut karena melampaui target KPU sebesar 75 persen.

Namun, kata Husni, KPU tetap berkonsentrasi untuk terus melakukan sosialisasi Pemilu agar keinginan besarnya partisipasi pemilih dapat tercapai.

"Angka 90 persen itu adalah harapan KPU dan harapan seluruh masyarakat," katanya.

Meski demikian, pihaknya beranggapan jika upaya KPU tersebut tidak akan maksimal jika tidak didukung peran besar dari parpol dan caleg selaku "pengantin" dalam Pemilu.

"Malah (keterlibatan caleg dan parpol dalam sosialisasi) itu alasan utama dalam memilih," ujarnya.

Karena itu, guna mendapatkan minat masyarakat untuk memilih, pihaknya mengharapkan para caleg turun ke lapangan dan banyak memberikan ruang dialog.

Meski alat peraga kampanye (APK) diperbolehkan tetapi harus dipergunakan sesuai efektivitas, dan lebih banyak memanfaatkan dialog agar masyarakat mengetahui kualitas caleg.

"Masyarakat selaku konstituen lebih berharap adanya ruang dialog dengan caleg," katanya. (I023)

Pewarta: Irwan
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026