"Program BSPS ini merupakan bagian dari program
nasional yang ada di Kemenpera RI," kata Deputi Perumahan Swadaya pada Kantor Kemenpera RI, Jamil Ansari di Kecamatan Teluk Mengkudu, Sabtu.
Ia menyatakan hal itu pada pencanangan peletakan batu pertama BSPS tahun 2013 di Kabupaten Serdang Bedagai yang dipusatkan di Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu.
Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan buku tabungan secara simbolis kepada 10 masyarakat penerima bantuan.
BSPS diberikan pemerintah kepada masyarakat tanpa daya beli, seperti orang jompo, anak yatim piatu dan penderita cacat permanen yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Kemenpera telah menetapkan pemberian BSPS, masing-masing sebesar Rp7.500.000/keluarga dan Rp15.000.000/keluarga.
"Penyaluran dana BSPS ini tentu saja tidak disalurkan begitu saja tanpa persyaratan dan ketentuan" tambahnya.
Oleh karena itu, Jamil meminta kepada masyarakat penerima BSPS agar bertanggung jawab dan memanfaatkan dana tersebut tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu dalam penyelesaian pembangunan rumah, bukan digunakan untuk keperluan lain.
Sebelumnya, Bupati Serdang Bedagai, Soekirman dalam sambutannya mengatakan bahwa daerah itu telah mendapatkan alokasi dana BSPS dari Kemenpera untuk empat kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung Beringin sebanyak 20 unit.
Selanjutnya, Kecamatan Pantai Cermin sebanyak 37 unit, Kecamatan Perbaungan 23 unit dan Kecamatan Teluk Mengkudu sebanyak 89 unit sehingga seluruhnya berjumlah 169 unit.
Selain dana dari BSPS, pihaknya melalui APBD Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2013 juga membangun 153 unit rumah tidak layak huni di 17 kecamatan.
Bersamaan dengan itu juga dibangun 20 unit rumah tidak layak huni yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Sumut.
"Selama tahun 2013, ada sebanyak 342 unit rumah tidak layak huni yang dibangun di Serdang Bedagai," tambahnya.
Tujuan pelaksanaan program ini, katanya, untuk tersedianya pelayanan perumahan yang
layak huni bagi keluarga tidak mampu dan meningkatkan taraf kehidupannya serta membangun motivasi partisipasi sosial masyarakat.
Diakuinya, program BSPS sangat berarti dalam meringankan beban warga kurang mampu untuk memperoleh rumah layak huni.
"Selain pendidikan, kesehatan, air bersih dan listrik, perumahan juga menjadi kebutuhan utama masyarakat di daerah ini," ujarnya.
Ia berharap, Kemenpera melalui Deputi Perumahan Swadaya dapat terus melanjutkan program BSPS ditahun mendatang. (TNA)
Pewarta: T. Nico Adrian:
COPYRIGHT © ANTARA 2026