"Konsep JNRF ini untuk pertama kalinya diusulkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Insya Allah akan berlangsung setiap tahun. Bukan hanya setahun sekali, tapi juga mungkin Tahun Baru Islam," kata Rahmat.
Penyelenggaraan JNRF merupakan kerja sama antara Pemprov dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk menyampaikan syiar dan dakwah kepada masyarakat DKI Jakarta.
"Harapan dari pelaksanaan JNRF ini sebenarnya adalah agar syiar dan dakwah ini kental bagi masyarakat Jakarta, sekaligus bisa menjadikan DKI Jakarta sebagai Kota Religi," kata anggota pengurus DMI DKI Jakarta itu.
Pelaksanaan JNRF terdiri atas dua program acara, selain parade bedug juga akan ada panggung syiar dan hiburan di lapangan Silang Monas.
Pembukaan acara pukul 19.00 WIB oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan membakar obor yang dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Setelah itu, rombongan parade bedug dan takbir bersama dengan Gubernur DKI Jakarta akan melakukan 'long march' dari Bundaran HI menuju ke panggung utama di Silang Monas.
"Rombongan depan akan dipimpin oleh Pak Jokowi, lalu peserta parade bedug bersama masyarakat akan mengikuti di belakangnya," tambahnya.
Terkait penyelenggaraan JNRF, Dinas Pehubungan DKI Jakarta menutup sejumlah ruas jalan protokol pada Senin malam, antara lain Jalan MH Thamrin (Dukuh Atas hingga Bundaran Patung Kuda), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Kebon Sirih (simpang Jalan Abdul Muis hingga Jalan Agus Salim/Sabang).
Kemudian, penutupan jalan juga dilakukan di Jalan Wahid Hasyim (simpang Jalan Mas Mansyur hingga Jalan Agus Salim/Sabang), Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Museum dan Jalan Majapahit sisi timur (simpang Harmoni hingga Jalan Medan Merdeka Utara).
Selama acara berlangsung, jam operasional bus TransJakarta juga mengalami perubahan, Koridor I melayani rute Kota-Harmoni dan Koridor II melayani rute Harmoni-Pulo Gadung.
Selain panggung utama juga terdapat sebanyak 20 panggung mini di sepanjang Jalan MH Thamrin dan satu panggung utama di Monas. (F013)
Pewarta: Fransiska Ninditya:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.