Harapan itu disampaikan pada acara peringan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-41 tingkat Kota Tanjungbalai, di pendopo rumah dinas Wali Kota, Selasa. Kegiatan mengambil dengan thema "Mari kita wujudkan keluarga yang mandiri dan sejahtera".
Dikatakan Wali Kota, belakangan ini berbagai kasus KDRT berujung perceraian mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa faktor penyebabnya adalah diskriminasi terhadap perempuan, dan disharmonis antara anggota keluarga.
"Kehadiran organisasi wanita seperti PKK ditengah-tengah masyarakat, diharapkan mampu berperan untuk meminimalisir terjadinya KDRT yang dampaknya bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak", ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan ucapan terimakasih kepada TP PKK Tanjungbalai yang berperan aktif dan bersinergi dengan Pemerintah kota dalam membangun perekonomian masyarakat.
“Keberhasilan PKK membangun ekonomi keluarga, terbukti banyaknya hasil kerajinan tangan anggota PKK yang terjual habis pada even Festival Danau Toba yang sedang berlangsung di Tuk Tuk ”, katanya.
Dalam peringatan HKG ke 41 tahun ini, menurut Ketua TP PKK Tanjugbalai, Hj. Ny Armaini Jannah Thamrin Munthe pihaknya menyelengaraakan berbagai perlombaan yakni, lomba Penanganan KDRT, Tertib Administrasi PKK, Pemantapan Pekarangan, UP2K, dan lomba Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga.
“Peran aktif PKK tersebut dalam rangka mendukung program pemerintah kota mewujudkan Tanjungbalai maju tahun 2020 dengan masyarakat yang sejahtera”, katanya.
HKG PKK ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua TP PKK didampingi Walikota Tanjungbalai, potongan nasi tumpeng diserahkan Wali Kota H.Thamrin Munthe kepada pengurus PKK Tanjungbalai yang paling senior, Hj.Roziah Hanim. (yan)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.