Sejak dilantik sebagai Penjabat Bupati Tapanuli Utara pada 23 April 2024, Dimposma Sihombing, yang juga menjabat sebagai Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal Kemendesa PDT, telah mengakhiri masa tugasnya setelah 10 bulan memimpin. Dalam waktu singkat ini, ia berusaha menjalankan pemerintahan, menjaga keamanan, serta memastikan Pilkada berjalan aman dan damai di Tapanuli Utara, tanah kelahirannya.
"Puncak gunung menginspirasi para pemimpin, tetapi lembah mendewasakan mereka," ujar Dimposma, mengutip kata-kata dari Winston Churchill, seorang tokoh besar yang mengajarkan banyak tentang kepemimpinan.
Memimpin Tapanuli Utara hanya dalam waktu kurang dari satu tahun tentu bukanlah tugas yang mudah terlebih di tengah gelombang politik Pilkada dan berbagai tantangan yang datang, dan Dimposma tetap berusaha menjalani tugasnya dengan profesionalisme, penuh kesabaran, doa, dan ketulusan hati.
"Orang yang tidak sabar akan dihancurkan oleh kesulitan, namun orang yang sabar pasti akan meraih kemenangan meski butuh waktu," ungkapnya, mengutip nasihat dari Khalifah Ali bin Abi Thalib yang ia jadikan pegangan hidup.
Dimposma mengakui bahwa menjadi penjabat bupati, apalagi di tanah kelahirannya sendiri, tidak semudah yang banyak orang bayangkan. Ada banyak tantangan yang datang, terutama dalam menghadapi dinamika politik Pilkada yang tak jarang memunculkan ketegangan di masyarakat dan dalam pemerintahan.
Selama masa kepemimpinan yang singkat, banyak hal yang harus segera diatasi, mulai dari gangguan pasokan air bersih yang disebabkan kerusakan pipa, hingga penanganan pasca-bencana alam yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.
Berbagai pekerjaan telah diselesaikan, meski beberapa masih terus berjalan, selain itu, beberapa program prioritas yang ia jalankan juga mulai menunjukkan hasil positif.
Semuanya itu terjadi meskipun situasi politik yang berkembang kadang mempersulit tugasnya sebagai penjabat bupati.
Namun, Dimposma menekankan bahwa semua ini adalah bagian dari proses demokrasi yang harus diterima dan dijalani. "Itulah makna pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, dan kehadiran saya sebagai penjabat bupati di Tapanuli Utara," ujarnya dengan tulus.
Dia berharap, meskipun masa jabatannya singkat, setiap proses yang terjadi menjadi pelajaran yang dapat mematangkan setiap individu, karena Tapanuli Utara akan tetap utuh dan maju jika seluruh elemen masyarakat bersatu dalam kebersamaan.
Dimposma juga menyadari pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Ia meminta agar setiap pegawai yang ingin melanjutkan pendidikan atau meningkatkan kompetensinya mendapat dukungan penuh karena memperbaiki kualitas pelayanan publik dimulai dari kualitas diri para aparatur pemerintah.
"Senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan ikhlas adalah kewajiban kita sebagai abdi negara," imbuh Dimposma.
Ia juga mengingatkan agar ASN tetap profesional dalam menjalankan tugasnya, serta menghindari keterlibatan dalam aktivitas yang bisa menyimpang dari tujuan pemerintahan.
Dengan demikian, Tapanuli Utara, yang merupakan kampung halaman yang penuh harapan, bisa terus berkembang dan menjadi daerah yang lebih baik di masa mendatang.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025