Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting meminta pengembangan dan perawatan Geopark Kaldera Toba di kawasan danau toba untuk ditingkatkan lebih baik lagi.

Hal itu diungkapkan Baskami Ginting terkait Toba Caldera Global Geopark atau Geopark Kalde Toba mendapat kartu kuning atau terguran dari UNESCO.

"Kenapa kok bisa kartu kuning status Geopark itu ? Dua tahun ke depan, itu kan tidak lama. Nanti kalau tidak dibenahi itu, dicabut loh kita dari Unesco dan mengambil itu kembali tidak gampang," ujar Baskami, di Medan, Kamis.

Baskami mengatakan, akan membahas hal tersebut bersama Penjabat (Pj) Gubernur Sumut untuk mengumpulkan pemangku kebijakan di kawasan Danau Toba, untuk memperbaiki apa menjadi yang kurang. Sehingga kartu kuning dicabut UNESCO.

“Jadi saya mau, nanti saya akan laporkan sama Pj Gubernur. Supaya ini, dicek kembali, apa sebabnya, kenapa mendapat teguran," kata Baskami.

Menurut dia, adanya peringatan ini disebabkan adanya pihak yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
"Kalau menjalankan tugasnya dengan baik. Pasti UNESCO tidak mengeluarkan peringatan untuk Danau Toba," sebutnya.

Ia meminta dan mendorong pihak-pihak pemangku kebijakan terkait untuk mengikuti empat penilaian yang harus diperbaiki atas saran UNESCO. Sehingga kartu kuning tersebut bisa dicabut.

“Kalau kita lihat, dengan adanya kartu kuning ini. Pengelolaan Danau Toba sudah gagal sebenarnya, digantilah dengan yang punya kemampuan. Ini bukan tempat main-mainan, kita harus jelas dengan program ini,” jelasnya.

Baskami menyarankan kepada Pj Gubernur untuk mempertanyakan konsep dari pihak pemangku kebijakan untuk mengembangkan Danau Toba ini, termasuk kartu kuning bisa dicabut dari Danau Toba. Karena itu, Pemerintah pusat sudah bekerja keras membangun infrastruktur di danau toba ini agar tidak kehilangan Geopark Kaldera Toba dari catatan UNESCO.

“Ini yang saya dengar hanya rapat, actionnya gak ada, apa artinya. Tadi saya sudah sampaikan sama Pj Gubermur, pertama mereka seluruh pengurus Geopark ini di undang. Kenapa ini sebenarnya, kelemahan dimana, di Pemprov Sumut, atau mereka tidak mampu," katanya

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023