Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumatera Utara (Sumut) 2022 – 2026 resmi dilantik Ketua Umum PB FAJI Mayjend TNI Mar (Purn) F Saud Tambatua, di Aula Universitas Dharmawangsa, Jalan KL Yos Sudarso, Sabtu (18/3/2023). Penguatan 4 pilar arung jeram dan target emas PON 2024 menjadi fokus kepengurusan yang dipimpin Dimas Tri Adji ini.

Ketua Umum PB FAJI Mayjend TNI Mar (Purn) F Saud Tambatua, dalam arahannya menegaskan, kehadiran FAJI Sumut yang pada periode ini dipimpin oleh anak muda menjadi modal kuat untuk memaksimalkan empat pilar arung jeram yakni prestasi, kepariwisataan, lingkungan hidup dan kebencanaan di Sumut.

“Adinda Dimas Tri Adji, kami harap mampu membangun tim kerja yang aktif untuk mencapai tujuan organisasi. Empat pilar arung jeram, merupakan konsep masyarakat arung jeram yang harus terus diperkuat. Bangun soliditas pengurus hingga ke pengurus cabang. Kami percayakan semua pada FAJI Sumut,” kata Saud yang didampingi Sekjend PB FAJI.

Dia mengimbau kepengurusan FAJI Sumut mengutamakan kekompakan dan sinergitas. Apalagi kata dia, kepengurusan periode ini diisi oleh banyak stakeholder arung jeram. “Jauhkan ego, perkuat soliditas. Karena tugas besar untuk PON 2024 sudah menanti,” ungkapnya.

Dia meminta atlet FAJI Sumut yang sedang dipersiapkan untuk PON 2024 untuk berjuang habis-habisan. Kata dia dengan status tuan rumah PON 2024, FAJI Sumut tidak boleh mengecewakan. “Berlatih dengan baik, perkuat speed dan power. Jangan kecewakan, karena Sumut tuan rumah PON 2024. Kami optimis dengan FAJI Sumut,” bebernya.

Hadir dalam pelantikan itu Forkopimda Provinsu Sumut atau yang mewakili, Wakil Ketua KONI Sumut Prof Dr Agung Sunarno, Pengurus PB FAJI Ir H Soekirman dan Joni Kurniawan, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Sekretaris KORMI Sumut Budi Syahputra, Ketua Harian Pelti Sumut M Maimun Masri, pimpinan Yayasan Universitas Dharmawangsa, Kepala BPBD Sumut, dan Kepala BPBD Kota Medan serta pengurus lainya. 

Kolaborasi dan Minimal 3 Emas

Ketua Pengprov FAJI Sumut, Dimas Tri Adji, mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan kerja organisasi untuk empat pilar arung jeram. Terus terang kata dia, kepengurusan ini punya tugas yang berat mengingat kepengurusan FAJI sebelumnya punya banyak prestasi. 

“Karena itu kolaborasi dengan semua stakeholder seperti Dispora, Disbudpar, BPBD, operator arung jeram dan masyarakat sungai harus terus diperkuat agar FAJI Sumut lebih baik lagi,” beber Anggota DPRD Sumut dari Partai Nasdem ini.

PON 2024 merupakan kali pertama arung jeram dipertandingkan. Kata dia, persiapan menuju prestasi sudah dilakukan. Saat ini pelatda arung jeram sudah berjalan. “Kami punya target minimal 3 emas di PON 2024. Ini minimal ya, tentu saja akan dievaluasi secara berkala sebelum PON berlangsung pada September 2024,” ungkapnya.

Karena itu, ia juga mengajak seluruh pengurus untuk mengedepankan soliditas dalam menjalankan organisasi. Dalam kesempatan itu, ia juga berterimakasih pada Universitas Dharmawangsa yang sudah menjalin kerjasama (MoU) dengan FAJI Sumut. 

“Kami segera bekerja. Hari ini setelah pelantikan, kami akan melantik kepengurusan Pengcab FAJI Kota Tanjungbalai. Kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja untuk menyusun kerangka program kerja FAJI 2022-2026,” tukasnya.

Prestasi PON 2024 untuk Sumut

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, menyambut baik pelantikan FAJI Sumut ini. Menurut Baharuddin, pelantikan FAJI Sumut ini merupakan langkah strategis bagi Pemprov Sumut. Karena akan menjadi tuan rumah PON 2024, maka FAJI Sumut harus jadi kontributor medali emas untuk Sumut. 

“Gubsu minta 10 medali emas dari FAJI, jangan 3 emas. Harus ditambah targetnya. Meskipun saat PON 2024 berlangsung Gubsu Edy dan Wagubsu Musa Rajekshah sudah tidak menjabat, kita harus persembahkan prestasi PON 2024 ini untuk mereka berdua dan masyarakat Sumut pada khususnya,” kata Baharuddin disambut tepuk tangan hadirin.

Dikatakan Baharuddin, sebagai pembina olahraga di Sumut, Gubsu juga berpesan agar FAJI Sumut memaksimalkan soliditas. Para pengurus yang sudah dilantik harus patuh atas keputusan organisasi. 

“Tidak boleh bicara di belakang. Saat akan mengambil keputusan boleh berdebat. Tapi ketika keputusan sudah ditetapkan, semua harus patuh. Yang tidak mau, dipersilakan saja keluar. Adinda Dimas harus tegas,” pungkas Baharuddin yang juga Ketua KORMI Sumut ini.

Pewarta: Rel

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023