PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM meraih Sertifikat Standar Kinerja IaAluminium Stewardship Initiative (ASI) dengan scope pabrik peleburan aluminium di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Senior Executive Vice President Operasi dan Produksi INALUM Rainaldy Harahap, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Minggu, mengatakan, sertifikasi tersebut merupakan tonggak penting bagi perkembangan bisnis INALUM di masa depan.

"Kami berkomitmen untuk menerapkan praktik industri aluminium yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta menjadi pemain global dalam industri aluminium dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan kontribusi positif kepada seluruh karyawan dan pemangku kepentingan," katanya.

Sertifikasi ASI dikembangkan melalui proses konsultasi berbagai pihak terkait yang ekstensif dan merupakan satu-satunya inisiatif standar keberlanjutan sukarela yang komprehensif untuk rantai nilai aluminium.

Ini adalah sertifikasi pertama yang dikeluarkan untuk Performance Standard atau ASI V3 (2022) yang diperbarui dan diluncurkan pada Mei 2022 setelah melalui proses revisi selama beberapa tahun.

Ini mendefinisikan 11 prinsip dan 62 kriteria di bawah tiga pilar keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola dengan tujuan untuk mengatasi masalah keberlanjutan yang mendesak dalam rantai nilai aluminium.

Seperti keanekaragaman hayati, hak masyarakat adat, sirkularitas, dan emisi gas rumah kaca yang keseluruhannya telah dipenuhi oleh INALUM melalui proses audit secara independent oleh sebagai pihak ketiga.

Sertifikasi ASI merupakan bukti bahwa INALUM adalah produsen yang ramah lingkungan. Jadi selain menjaga reputasi perusahaan dan effort para pendahulu untuk mendaftarkan brand INALUM di LME, INALUM juga bisa mendapatkan manfaat keuangan apabila ekspor ke negara yang peduli dengan low-carbon product.

Senior Vice President Deputi Sekretaris Perusahaan INALUM, Mahyaruddin AR, mengatakan, produk INALUM terdiri dari Aluminium Ingot, Aluminium Billet dan Aluminium Alloy berkapasitas produksi sebesar 250.000 ton per tahun.

"Suatu kehormatan untuk menerima keanggotaan ASI dan bekerja untuk mencapai sertifikasi ASI, karena ini berarti kami selangkah lebih dekat untuk mewujudkan visi kami menjadi perusahaan yang terkenal secara global, terintegrasi, dan ramah lingkungan," katanya.

Pewarta: Juraidi

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023