Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menajamkan daya saing lewat inovasi hijau di Technology Innovation Seminar (TIS) 2025, sebagai wujud nyata semangat perubahan berkelanjutan di lingkungan Inalum Group.
Tahun ini, TIS bertema "Sharpening Competitiveness for a Sustainable and Green Smelter" yang mencerminkan komitmen Inalum memperkuat daya saing sekaligus mendorong transformasi menuju operasi industri ramah lingkungan.
"Kita apresiasi seluruh insan Inalum telah menunjukkan semangat tinggi dengan menghadirkan ide-ide inovatif berdampak nyata bagi perusahaan," ucap Direktur Operasi Inalum Ivan Emirsyam dalam keterangan tertulis di Medan, Jumat (14/11).
Menurutnya, TIS bukan sekadar ajang kompetisi ide, tetapi representasi dari semangat perubahan yang tumbuh di seluruh lini Inalum.
Melalui inovasi ini, produsen alumunium terbesar di Indonesia menajamkan daya saing, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan green industry.
"Dari TIS ini, lahir gagasan-gagasan yang membawa Inalum selangkah lebih maju menuju standar global," kata Ivan.
Sejak pertama kali digelar pada 2005, ujar dia, TIS telah menjadi wadah utama bagi insan Inalum untuk menyalurkan ide, kreativitas, dan semangat perbaikan berkelanjutan.
Tahun ini, penyelenggaraan TIS menjadi lebih inklusif dengan melibatkan pegawai Inalum dan seluruh anak perusahaan, memperkuat kolaborasi lintas bidang dan memperluas cakupan inovasi di seluruh ekosistem perusahaan.
"Pada penyelenggaraan TIS 2025 saat ini, antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 166 peserta dalam 73 tim inovasi," jelas Ivan.
Setelah melalui proses seleksi ketat, 10 tim terbaik berhasil menembus babak semifinal sebelum akhirnya enam tim finalis terpilih untuk mempresentasikan proyek inovasi terbaik mereka di hadapan dewan juri.
Setiap ide yang lahir merupakan hasil kerja kolaborasi, riset mendalam, dan komitmen kuat untuk menciptakan perbaikan nyata di area operasi, efisiensi energi, keselamatan kerja, hingga keberlanjutan lingkungan.
Melalui semangat "Innovation for Continuous Improvement", Inalum berkomitmen untuk memastikan setiap ide inovatif tidak berhenti di tahap kompetisi.
Beberapa produk inovasi berasal dari TIS telah berhasil diaplikasikan dalam operasional perusahaan. "Di antaranya operasional peleburan Inalum telah melakukan upgrading tungku 2 dari 195kA menjadi 235kA, sehingga meningkatkan produksi molten metal 110 ton/tungku setiap tahun setara dengan peningkatan pendapatan," tutur Ivan.
Selain itu, paparnya, masih banyak lagi pengembangan operasional perusahaan dilakukan berdasarkan ide-ide inovasi para peserta TIS dari tahun ke tahun, seperti modifikasi turbin, Rod Straightening Machine, Konversi BBM ke Gas Alam, dan Upgrading Cover Pot.
"Penyelenggaraan TIS 2025 menegaskan langkah Inalum dalam memperkuat budaya inovasi, dan terus menajamkan daya saing untuk mewujudkan visi besar perusahaan menjadi pionir industri aluminium nasional yang berkelas dunia," tegas Ivan.
