Wakil Wali Kota Aulia Rachman menyebut jumlah penderita stunting (kekerdilan) mengalami penurunan menjadi 300-an balita di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Alhamdulillah, upaya yang dilakukan konsistensi itu membuahkan hasil positif. Jika sebelumnya tercatat angka kasus 550 balita, kini sudah turun di angka 300-an," katanya di Medan, Rabu.

Data penurunan itu, lanjut Aulia yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Medan ini, merupakan akumulasi dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Wakil wali kota mengaku turunnya jumlah stunting itu tidak terlepas semangat kolaborasi antar OPD terkait dan pemangku kepentingan yang harus terintegrasi berbasis data yang detail.

Untuk diketahui, Pemkot Medan, Sumatera Utara, menggelontorkan anggaran sebesar Rp198,1 miliar untuk menekan angka stunting bayi lima tahun di daerah ini.

Data Dinas Kesehatan Kota Medan menyebut hingga Februari 2022 tercatat sebanyak 550 orang balita penderita stunting yang tersebar pada 63 kelurahan di 20 kecamatan.

"Program ke depan, kita memberikan bantuan kepada keluarga stunting dengan metode bapak asuh anak stunting untuk penekanan stunting menuju Indonesia emas di 2045," ungkapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi atas pemberian 203 paket makanan tambahan bagi keluarga kurang mampu guna mencegah stunting oleh salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler.

"Kami harapkan perusahaan lain juga bisa ikut berkontribusi, sehingga masalah stunting tertangani dengan lebih cepat," tutur Aulia.
 
 
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jumlah penderita stunting turun jadi 300-an balita di Medan

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022