PT Angkasa Pura II (Persero) tengah melakukan program program Immediate Capacity Augmented (ICA) sebagai upaya meningkatkan kapasitas terminal penumpang di Bandara Kualanamu dalam waktu singkat.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan peningkatan kapasitas terminal secara cepat diperlukan untuk mengakomodir pertumbuhan rute internasional yang cepat sehingga memastikan kelancaran flow di area domestik dan internasional.

"Program ICA merupakan inovasi untuk meningkatkan kapasitas terminal secara cepat sebelum dilakukan program pengembangan terminal yang lebih besar," kata Awaluddin di Jakarta, Minggu.

Awaluddin mengatakan, AP II melalui anak usahanya yakni PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Kualanamu tengah melakukan penataan, pengembangan terminal dan perbaikan total seluruh fasilitas guna memastikan kenyamanan traveler dan meraih target-target yang diberikan.

Baca juga: Bandara Kualanamu bersiap jadi hub internasional

Peningkatan kapasitas melalui ICA ini dilakukan dengan penataan ulang terminal domestik dan internasional melalui maksimalisasi dan optimalisasi aset yang ada untuk memastikan kenyamanan penumpang pesawat.

Di samping peningkatan kapasitas terminal, program ICA juga akan menyentuh desain ulang dari desain interior sehingga Bandara Kualanamu akan terlihat berbeda dan lebih baik dari sebelumnya.

Ia mengungkapkan, saat ini permintaan penerbangan internasional dari dan ke Bandara Kualanamu sudah cukup tinggi. Selain itu, program AP II menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub internasional direspons baik oleh maskapai.

Saat ini, Lion Air sudah menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub internasional untuk penerbangan umrah, di mana jemaah umrah dari kota-kota lain di Sumatera yang menggunakan Lion Air akan dipusatkan keberangkatannya di Bandara Kualanamu untuk menuju Jeddah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi Achmad Rifai mengungkapkan melalui program ICA maka kapasitas Bandara Kualanamu dapat ditingkatkan dari sekitar 10 juta penumpang menjadi 15 juta penumpang pada 2024.

"Adapun area terminal domestik dan internasional akan lebih luas, sehingga total luas terminal menjadi 108.150 meter persegi dari saat ini 103.650 meter persegi," ujar Achmad Rifai.

Sejalan dengan program ICA ini maka sejumlah fasilitas modern juga akan diterapkan di terminal domestik maupun internasional.

Salah satu fasilitas baru dan modern adalah Automated Tray Retrieval Systems (ATRS) di titik security check point (SCP) untuk pengelolaan tray atau baki secara otomatis.

Selain itu, peningkatan kapasitas sistem teknologi informasi dan komunikasi termasuk infrastruktur Airport Operational Database (AODB).

Achmad Rifai menuturkan saat ini juga tengah dijalankan berbagai program untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, antara lain beautifikasi terminal dan perbaikan total seluruh fasilitas.

Ia menjelaskan, program ICA ini dijalankan sebelum dimulainya pengembangan Tahap I secara menyeluruh di Bandara Kualanamu.

Pengembangan Tahap I akan memperluas terminal penumpang dari 108.150 meter persegi menjadi 163.944 meter persegi dengan kapasitas hingga 20 juta penumpang per tahun.

Kemudian selanjutnya pengembangan Tahap 2 akan memperluas terminal menjadi 192.453 meter persegi dengan kapasitas 30 juta penumpang per tahun, Tahap 3 memperluas terminal menjadi 317.783 meter persegi dengan kapasitas 50 juta penumpang per tahun, dan Tahap 4 memperluas terminal menjadi 400.018 meter persegi dengan kapasitas 65 juta penumpang per tahun.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AP II tingkatkan kapasitas terminal Bandara Kualanamu untuk kenyamanan

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022