Nilai ekspor kelompok barang kopi, teh dan rempah-rempah Sumatera Utara mulai. meningkat di awal tahun 2022 atau sudah 42,202 juta dolar AS pada posisi Januari.

"Nilai ekspor kopi, teh dan rempah-rempah pada Januari 2022 itu naik dari posisi Desember 2021 mau pun Januari 2021," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin di Medan, Rabu.

Pada Desember 2021, nilai ekspor golongan barang itu masih 38,767 juta dolar AS dan Januari 2021 lebih kecil lagi atau 26,382 juta dolar AS.

Baca juga: Sukses di Australia-China, kini biji kopi arabika Sipirok menuju Malaysia, Singapore dan Afrika

Peningkatan nilai ekspor kopi, teh dan rempah-rempah itu dampak mulai meningkatnya lagi volume ekspor dan harga jual sejalan dengan permintaan yang membaik.

Pandemi COVID-19 yang mulai mereda secara global membuat bisnis dan sektor industri bergerak membaik.

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Saidul Alam, mengatakan di tengah masih ada COVID-19 dan pengapalan terganggu, harga kopi di pasar lokal cenderung menguat.

Bahkan, katanya, sering harga kopi di pasar lokal lebih tinggi dari ekspor yang sekitar 4 hingga 4,5 dolar AS per kg.

"Sejak Januari, tren permintaan kopi dari luar negeri meningkat dan itu dimanfaatkan eksportir untuk kembali menjalankan bisnisnya," katanya.

Apalagi, ujar dia, biasanya, mulai Juni ada masa trek yang akan menurunkan produksi.
Tahun 2021, musim trek berlangsung hingga Oktober sehingga ekspor semakin tertekan di tengah permintaan yang masih melemah dampak COVID-19.*

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022