Pemerintah Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, melakukan evaluasi perkembangan COVID-19 dan berbagai upaya melakukan pengendaliannya, mengingat dalam sepekan terakhir terjadi lonjakan terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu.

"Vaksinasi harus terus digencarkan. Sosialisasi berupa ajakan kepada masyarakat untuk melakukan vaksin terus dilakukan, harus dikebut itu," kata Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu di Sidikalang, Rabu.(23/2)

Ia mengatakan data terakhir yang diupdate  dari Dinas Kesehatan Dairi per 21 Februari, yang dirilis pada 22 Februari 2022 menyebutkan jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Dairi menjadi 276 orang dari sebelumnya hanya 234 orang.

Total kenaikannya 42 orang. Jumlah tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan. Namun dari data dinas kesehatan, kecamatan yang paling banyak terkonfirmasi positif Kecamatan Sidikalang 139 orang.

Baca juga: Bupati Dairi terima apresiasi dari KPK atas capaian pencegahan korupsi

Kemudian disusul Kecamatan Sumbul 40 orang dan Silima Pungga-punga 30 orang.

"Jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 harus bisa ditekan. Kami mengharapkan peran semua pihak untuk bersama-sama agar situasi COVID-19 bisa terkendali," katanya.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada tokoh dan masyarakat untuk menghimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat untuk menghindari kerumuman dan mengurangi mobilitas bepergian ke luar rumah. Selain itu, Dinas Kesehatan harus terus menggencarkan vaksinasi.

Bupati mengatakan tingkat vaksinasi untuk dosi ketiga masih rendah yakni 5,07 persen. Sementara untuk vaksin pertama dan kedua sudah tinggi.

Untuk vaksin dosis pertama 82,75 persen. Untuk lansia dosis pertama 79,41 persen. Selanjutnya anak usia 6-11 tahun dosis pertama 99,59 persen dan dosis kedua 88,85 persen.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan soal bantuan pemerintah kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Saya meminta dinas sosial dan dinas kesehatan turun dan mendata siapa saja yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Kemudian saya meminta dinas sosial untuk segera memberikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dan gizi kepada orang yang melakukan isolasi mandiri," katanya.

Selain itu, ia meminta kepala desa untuk mengaktifkan satgas COVID-19 di desa.

"Saya kira pemerintah desa dan pihak kecamatan meminta pihak kepala desa untuk mengaktifkan satgas kembali," kata Eddy Keleng Ate Berutu .

Sementara Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan operasi yustisi di tempat-tempat rawan penyebaran COVID-19 dengan dukungan dari pemerintah daerah.

Pihaknya juga melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan melibatkan Kodim 0206/Dairi, satpol PP dengan sasaran rumah makan, kafe, dan menghimbau membatasi jam operasional.

Pewarta: Juraidi

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022