Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Plt Wali Kota Tanjungbalai H.Waris Thalib berbagi informasi tentang pengelolaan pemerintahan dan potensi kedua daerah dalam silaturahmi berlangsung di Balai Kota Medan, Selasa (22/6).

Sesuai siaran pers diterima dari Dinas Kominfo Tanjungbalai, dalam kesempatan itu Plt Wali Kota Tanjungbalai, H.Waris Thalib didampingi Plt Ketua TP-PKK, Hj Fatiah Haitami Waris, Asisten Pemerintahan, Nurmalini Marpaung dan Kepala Bappeda, Ahmad Solihin.

Baca juga: Wali Kota Medan pastikan program pendataan warga miskin tepat sasaran

Plt Wali Kota Tanjungbalai H.Waris Thalib menyampaikan kehadiran mereka untuk menggali informasi dan potensi dari Pemkot Medan yang bisa bermanfaat jika diterapkan di Kota Tanjungbalai.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Kota Tanjungbalai kurang lebih 175 ribu jiwa yang tersebar di 6 Kecamatan dan 31 Kelurahan. Untuk kemajuan dan pembangunan Tanjungbalai kedepannya diperlukan masukan dari daerah lain.

Dalam hal pengelolaan pemerintah dan potensi daerah, saat ini Kota Tanjungbalai masih terus berbenah dengan membuat berbagai program serta kebijakan yang berpihak langsung ke sektor publik agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Waris berharap melalui pertemuan itu bisa mendapat informasi serta terjalinnya kolaborasi dan sinergitas antara Pemkot Medan dan Tanjungbalai demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance and Clean Governance). 

"Kami berharap pertemuan Pemkot Tanjungbalai dan Medan bisa membawa manfaat untuk menjadikan kedua daerah lebih siap dalam menghadapi perkembangan yang ada agar mampu bersaing dengan daerah lainnya di Sumut dan indonesia," kata H.Waris Thalib.

Sementara itu, Bobby Nasution menyampaikan Pemkot Medan kedepan akan menggunakan sistem katalog elektronik (e-Katalog) dalam sistem pengadaan barang dan jasa, khususnya proyek perbaikan infrastruktur. Sebab, jika masih menggunakan lelang seperti biasa, pengerjaan yang dilakukan akan memakan waktu lama. 

"Dengan menggunakan e-Katalog diharapkan kapasitas pengerjaan infrastruktur yang dilakukan tidak hanya memperhatikan kecepatan, tetapi juga kualitas dan ketepatan pengerjaannya," sebut Bobby.

Ia melanjutkan, selain infrastruktur program prioritas Pemkot Medan lainnya adalah bidang kesehatan, terutama dimasa pandemi COVID-19. Salah satunya terus menggalakkan vaksinasi massal  dengan target 75% dari jumlah masyarakat Kota Medan dapat divaksin. 

Menantu Presiden Jokowi itu melanjutkan, upaya lain yang dilakukan Pemkot Medan adalah memperbaiki fasilitas kesehatan yang difokuskan ke Puskesmas dan rumah sakit milik daerah yakni RSUD Dr Pirngadi, baik dari sarana prasarana dan sumber daya manusianya. 

Program prioritas lainnya penyelesaian masalah banjir dimana Pemkot Medan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat telah sepakat untuk melakukan normalisasi terhadap aliran Sungai Deli, Babura dan Bedera.

Terkait penanganan kebersihan, Pemkot Medan menggunakan sistem sanitary landfill dalam penanganan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Guna mempermudah penanganan kebersihan wewenangnya diserahkan kepada  Kecamatan. 

Untuk peningkatan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 yang berimbas terhadap UMKM. Bobby Nasution menginginkan Pemkot Medan menjadi market bagi para pelaku UMKM dengan membuka Kesawan City Walk (KCW) sebagai pusat kuliner Kota Medan.

Pewarta: Yan Aswika

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021