Aksi saling klaim kemenangan terjadi di Pilkada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) antara pasangan calon nomor urut 1, Sukhairi-Atika dengan pasangan calon nomor urut 2 Dahlan-Aswin.

Bahkan spanduk bertuliskan selamat atas terpilihnya pasangan Sukhairi-Atika menjadi Bupati dan Wakil Bupati Madina naik di beberapa lokasi di sekitaran Panyabungan. 

Hal ini dikhawatirkan mengganggu ketertiban masyarakat dan dinilai lari dari makna Pilkada damai yang telah disepakati oleh masing-masing pasangan calon sebelum memasuki masa kampanye.

Baca juga: Saling klaim kemenangan, KPU Madina : Tunggu perhitungan akhir

Menanggapi hal tersebut Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Madina, Khairil Amri meminta kepada para Paslon beserta timnya agar sama-sama menahan diri dan menunggu keputusan dan penetapan resmi dari KPU Madina. 

"Boleh saja mengklaim kemenangan, tapi jangan berlebihan, karena bisa melahirkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Kami mohon tolong hargai suara dan pilihan rakyat, dan tolong kita junjung semangat dan kesepakatan bersama Pilkada damai. Yang perlu dilakukan sekarang mengawal rekapitulasi di PPK dan KPU hingga nanti penetapan," kata Khairil kepada ANTARA, Jumat (11/12).

Menurut mantan ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut, aksi klaim kemenangan yang berlebihan bisa berdampak buruk apabila tidak sesuai dengan penetapan KPU sebagai lembaga penyelenggara.

"Jangan mendahului keputusan KPU dengan ucapan selamat menjadi Bupati dan Wakil Bupati terpilih ini bisa berdampak buruk terhadap Kamtibmas dan kondusifitas daerah. Bagaimana nanti kalau yang dianggap menang itu hasilnya di KPU kalah, kita khawatir digiring kepada kecurangan. Ini yang kita takutkan, konflik besar bisa terjadi. Apalagi pak Dahlan dan pak Sukhairi yang bertarung saat ini adalah Bupati dan Wakil Bupati yang masih aktif sampai tahun 2021. Mereka berdua punya tanggung jawab atas keamanan dan ketertiban masyarakat Madina," sebut Khairil.

"Karena itu kami memohon pasangan calon dan tim kiranya sama-sama menahan diri sampai rekapitulasi suara selesai," tambahnya.

Pewarta: Holik

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020