Ilham Hakim, mahasiswa Polbangtan Medan mendampingi Minah warga Dusun Ampera, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat memanen kangkung ditengah panemi COVID-19.

"Dalam 18 hari pengakuan buk Minah bisa menghasilkan uang sekitar Rp2 juta kotor dari hasil kangkungnya," kata Ilham mahasiswa semester 2 Jurusan Pertanian yang menghubungi, Selasa (16/6).

Minah bercocok tanam kangkung di atas lahan seluas 4 rante (1600 m2) di dusunnya. Kangkung di petik (potong) dengan menyisakan seperempat batang bawahnya.

"Hari itu buk Minah berhasil menjual 20 bal (10 kg/bal) kangkung hasil panennya. Harga per bal antara Rp6 ribu-Rp8 ribu sehingga total penjualannya Rp2 juta kotor,"jelasnya.

Selain bisa membutuhi pangan keluarga, penghasilan buk Minah cukup membantu pemasukan rumahtangganya apalagi ditengah pandemi COVID-19 saat ini walau masa panennya dalam 17-18 hari sekali.
Baca juga: COVID-19, Mahasiswa Polbagtan manfaatkan pekarangan dengan bercocok tanam

Baca juga: Polbangtan Medan bantu warga ciptakan ketahanan pangan rumahtangga

"Merawat kangkung tidak susah bahkan tak memerlukan benih baru, hanya dengan melakukan pemupukan setiap selesai panen dengan pupuk urea yang rata-rata 5 kg per rante," ujarnya.

Ilham yang beralamat tinggal di Dusun 2 Kampung Rejo, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat ini melakukan kegiatan pendampingan petani kangkung merupakan bagian tugas akademik.

"Seluruh mahasiswa Polbangtan Medan diwajibkan melakukan pendampingan demi tercapainya ketahanan pangan di tengah pandemi dan dibimbing dosen pembimbing Dr.Dwi Febrimeli, SP, M.Sc dan Maya Sari, STP, M.Sc," tutupnya.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020