Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal, Alwi Rahman menegaskan organisasi mereka bersikap netral di setiap perhelatan pemilihan umum kepala daerah dan tidak pernah menyatakan mendukung pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Madina tahun 2020.

"Kami perlu luruskan PMII sampai hari ini tidak ada memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon di Pilkada Madina. Kami tegaskan bahwa PMII tidak ikut berpolitik praktis, kami organisasi independen dan netral," kata Ketua Umum PC PMII Madina Alwi Rahman bersama Wakil Ketua Hasbullah dan beberapa pengurus lainnya kepada wartawan, Sabtu (30/05).

Baca juga: Belajar dari rumah di Madina kembali diperpanjang

Baca juga: Gerindra Madina usulkan tiga bakal calon bupati ke DPP

Namun, Alwi mengungkapkan bila ada oknum pengurus maupun kader organisasi yang dipimpinnya itu membangun komunikasi dan silaturahmi dengan salah satu bakal calon, itu menurutnya adalah sikap pribadi bukan sikap organisasi.

"Kalau misalnya ada yang dekat dengan salah satu Paslon, itu sikap pribadinya, karena semua punya pandangan dan hak politik masing-masing. Dan itu menurut kami hal wajar saja, selagi oknum tersebut tidak mengatasnamakan organisasi," ujarnya. 

Di sisi lain Alwi juga menyebutkan organisasi yang dipimpinnya juga perlu melakukan 
pendekatan dengan semua pihak guna memahami visi misi yang dibawa bakal pasangan calon. 

"Kami kira bukan saatnya bicara dukung mendukung, tapi saat ini kita ingin menggali informasi siapa figur yang mempunyai gagasan untuk Madina yang lebih baik di masa akan datang," ungkapnya.

Selain itu, Alwi juga mengimbau kepada semua pengurus PMII Madina beserta kader supaya sama-sama menjaga marwah organisasi dengan tidak membawa-bawa organisasi untuk kepentingan politik praktis maupun kepentingan dan keuntungan pribadi.

Pewarta: Holik

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020