Bantuan pemerintah kepada masyarakat terdampak COVID-19 akan membantu menggerakkan atau meningkatkan daya beli masyarakat khususnya menjelang Idul Fitri 2020.

"Dengan adanya peningkatan daya beli, maka pada Mei diprediksi Sumut akan mengalami inflasi setelah di April deflasi," ujar pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo di Medan, Selasa

Pada April, Sumut deflasi sebesar 0,29 persen didorong penurunan harga kelompok.makanan dan minuman.

Baca juga: Kasus ajudan Wagub Sumut kembali positif COVID-19 merupakan yang pertama

Meski inflasi pada Mei, katanya, namun dalam persentase rendah karena daya beli masyarakat masih belum kuat akibat dampak COVID-19.

"Daya beli akan menguat lagi kalau COVID berlalu atau bantuan pemerintah kepada masyarakat semakin efektif," kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Menurut Wahyu, dengan DPR menyetujui Perpu No 1/2020, maka ruang gerak pemerintah untuk menyalurkan bantuan COVID-19 sudah semakin leluasa.

Baca juga: Puluhan warga miskin Stabat Langkat tidak terima bantuan COVID-19

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, mengakui, pada April, hanya Padangsidempuan yang mengalami inflasi sebesar 0,04 persen.

Sedangkan Sibolga deflasi 0,66 persen, Pematangsiantar deflasi 0,40 persen, Medan deflasi 0,28 persen dan Gunung Sitoli deflasi 0,71 persen.

"Padangsidempuan mengalami inflasi didorong kenaikan harga emas perhiasan ," ujarnya.

Menurut dia, kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang mengalami penurunan harga, paling besar menyumbang deflasi atau sebesar 0,27 persen.

Disusul kelompok transportasi sebesar 0,02 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,08 persen.

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020