Seorang dokter spesialis paru-paru mengemukakan, jika memang tidak dapat melakukan isolasi mandiri dan harus beraktivitas di luar, masyarakat bisa menjaga jarak minimal satu meter satu sama lain untuk mencegah penularan COVID-19.

"Untuk transmisi virus corona (COVID-19) ini jaraknya satu meter sampai 1,5 meter, makanya dianjurkan minimal satu meter. Saya bicara idealnya," kata spesialis paru-paru RS St. Carolus dr. Andika Chandra Putra, Sp.P ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Baca juga: Malaysia terapkan "lockdown" 18-31 Maret 2020

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri dalam bentuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah untuk menghadapi naiknya penularan COVID-19 di Indonesia.

Langkah menekan penularan juga dilakukan pemerintah daerah, seperti DKI Jakarta, yang berencana mengatur kuota penumpang dalam satu angkutan umum Transjakarta, MRT dan LRT untuk mengurangi kontak atau social distance.

Baca juga: Pasien sembuh corona ingatkan pentingnya minum air putih

Social distance atau batasan interaksi sosial, kata dia, ditujukan untuk mengurangi kerumunan yang bertujuan memimalisir kontak yang berisiko menularkan COVID-19.

Andika Chandra Putra yang juga Ketua Bidang Ilmiah dan Penelitian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu mengatakan jika ingin secara penuh mengaplikasikan batasan interaksi sosial harus disertai dengan kebijakan bekerja dari rumah bagi karyawan.

"Tapi itu memang harus diikuti dengan kebijakan bekerja di rumah misalnya. Karena kita lihat sekarang, meski sudah dilakukan pengurangan transportasi umum, tapi belum disertai dengan kebijakan berkantor di rumah. Akibatnya membuat kerumunan yang baru lagi," katanya.

Indonesia mengalami peningkatan kasus positif COVID-19 yang kini tercatat sebanyak 134 kasus sampai dengan Senin (16/3) malam dari 117 kasus sebelumnya pada Minggu (15/3).

Pewarta: Prisca Triferna Violleta

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020