Peristiwa kebakaran hebat yang terjadi petang kemarin di perbatasan wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, menghanguskan 24 rumah penduduk. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah karena proses pendataan masih berlanjut hingga siang ini.

Menurut keterangan Lurah  Aek Habil Kecamatan Sibolga Selatan, Sibolga, Parulian Hutagalung (42), yang ditemui ANTARA di lokasi kebakaran, Jumat siang menjelaskan, bahwa peristiwa kebakaran yang mengangetkan warga itu terjadi di Lorong VI dan Lorong VII Kelurahan Aek Habil arah laut.

Sedangkan jumlah korban yang mengungsi sebanyak 25 KK, termasuk warga Tapteng 5 KK ikut di dalamnya, karena memang lokasi kebakaran persis di daerah perbatasan kedua daerah.

Baca juga: Kebakaran hebat melanda Pasir Bidang perbatasan Sibolga-Tapteng

Baca juga: Generasi muda Sibolga raih sejumlah prestasi

Sedangkan untuk korban jiwa tidak ada, melainkan beberapa ekor ternak warga hangus terbakar termasuk harta benda warga tidak terselamatkan.

"Tadi kami baru dapat laporan dari warga, bahwa sepeda motor mereka ikut terbakar, satu unit," kata Lurah.

Terkait berapa besar kerugian akibat kebakaran hebat itu, belum bisa diestimasi, karena proses pendetaan masih berlangsung hingga saat ini.

Sedangkan kondisi 24 rumah yang terbakar rata-rata terbuat dari papan dan berada di atas laut. Sedangkan masyarakat yang menjadi korban rata-rata pekerjaannya sebagai nelayan.

Hasil pantauan ANTARA di lokasi, bantuan dari pemerintah Pemkot Sibolga sudah turun dan sejumlah posko sudah berdiri.

Sampai saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Pewarta: Jason Gultom

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020