Masyarakat Kota Selat Panjang Pulau Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti antusias mendatangi layanan ekspedisi kas keliling Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara, untuk menukarkan uang lusuh mereka dengan uang rupiah baru ketika berlangsung di Pasar Selat Panjang, Rabu (4/9). 

Ketua rombongan Tim Ekspedisi Kas Keliling Bank Indonesia Dwi Sulistyo di Selat Panjang, Rabu (4/9) mengatakan tim kas keliling telah melakukan penukaran kepada masyarakat dalam bentuk uang lusuh dan ditukarkan dengan uang baru dengan uang pecahan-pecahan kecil dalam kondisi uang hasil cetak sempurna atau HCS.

"Masyarakatnya juga ramai menukarkan karena disini juga terdiri dari banyak masyarakat dan toko-toko di pusat pasar ini, pecahan yang diminati tetap itu dipecahan seribu dan dua ribu. Semuanya bisa dibilang dikatakan telah habis," katanya.

Ia menambahkan ekspedisi kas keliling ini merupakan salah satu tugas tanggung jawab Bank Indonesia untuk menyediakan kebutuhan rupiah di daerah perbatasan dalam menegakan kedaulatan bangsa dan negara kesatuan NKRI.

"Kami terus gencar melakukan penukaran uang lusuh, rusak maupun tidak layak edar serta mengantisipasi peredaran uang asing kepada masyarakat di pulau terpencil, terluar dan terdepan (3T) khususnya di kawasan pulau yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia," katanya.
 
Petugas Ekspedisi Kas Keliling Bank Indonesia 3 T membawa peti berisi uang rupiah baru dikawal prajurit TNI AL Koarmada I KRI Lemadang-632 saat melakukan ekspedisi kas keliling di kawasan Pasar Selat Panjang Pulau Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (4/9/2019). (Antara Sumut/Septianda Perdana) 

Pulau yang terletak di wilayah perbatasan dengan negara Malaysia ini masyarakat dan para pedagang sangat antusias datang membawa uang lusuh, koyak dan tidak layak edar saat menukarkan.

Salah satu pedagang buah di Pasar Selat Panjang, Budiman menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang datang dan berharap tiga bulan sekali tim ekspedisi kembali hadir di pulau ini karena begitu sangat dibutuhkan.

"Kehadiran Bank Indonesia sangat membantu karenakan kita sebagai pedagang banyak memiliki uang lusuh jadi kami membutuhkan uang baru pecahan kecil," katanya.

Sementara itu seorang warga yang menukarkan uang lusuh, Zulhaimi mengatakan dirinya datang untuk menukarkan uang lusuh ke uang baru karena di pulau ini sangat susah untuk mendapatkan uang baru seperti pecahan dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu maupun uang seratus ribu.
 
Seorang pedagang memperlihatkan uang barunya usai menukarkan uang lusuh kepada tim ekspedisi kas keliling di kawasan Pasar Selat Panjang Pulau Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (4/9/2019). (Antara Sumut/Septianda Perdana)

Pulau Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan pulau keenam yang dikunjungi dalam terakhir perjalanan tim ekspedisi kas keliling Bank Indonesia di daerah pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) setelah berlayar di Pulau Sabang, Pulau Nasi, Pulau Berhala, Pulau Rupat, Pulau Bengkalis dan Pulau Tebing Tinggi Kepulauan Meranti.

Tim Kas Keliling Bank Indonesia menggunakan kapal perang TNI AL KRI Lemadang-632 dengan kapten kapal Mayor Laut (P) Pungki Kurniawan yang bersama-sama membawa misi menarik uang lusuh dan mengantisipasi peredaran uang palsu serta uang asing di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 

Pewarta: Septianda Perdana

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019