Di usia Kabupaten Mandailing Natal yang ke-20, tepatnya pada 9 Maret 2019, kelompok society dan perguruan tinggi yang terdiri atas LBH Al Amin Madina, Batang Pungkut Green Conservation (BGPC), Biro Bantuan Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (BBH UISU), dan Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mengadakan talkshow ”Refleksi dan Rekomendasi 20 tahun Kabupaten Mandailing Natal" di aula Hotel Abara Lintas Timur, Panyabungan, Minggu (10/3).

Dalam talkshow ini direncanakan hadir sebagai pembicara H. Pandapotan Nasution, SH selaku pelopor pembentukan Kabupaten Mandailing Natal, M Amin Nasution, SH, MH (LBH Al Amin Madina), Dr Sakban Lubis (STAIN Madina), Fahrizal Efendi Nasution dan Burhanuddin Siregar (Anggota DPRD Sumut 2014-2019), H. Mahmudin Pasaribu (MUI Madina), Dr. Amarullah Nasution (tokoh pendidikan, Ketua Yayasan Universitas Kepulauan Riau) dan Askolani Nasution (Budayawan Mandailing).

Ketua panitia pelaksana talkshow ”Refleksi dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Madina", Muhammad Yasir Pasaribu didampingi sekretaris Andi Hakim Matondang dan bendahara Abdul Basid Nasution kepada ANTARA, Sabtu (9/3) menyampaikan, talkshow yang dilaksanakan oleh  Forum Mandailing Maju dan Bermartabat (FMMB) ini adalah sebuah wadah bersifat ad hoc guna menampung kerja sama antarkelompok civil society, kaum intelektual, akademisi, pengusaha, kelompok pemuda dan komponen masyarakat lainnya yang peduli terhadap perkembangan Kabupaten Mandailing Natal.

"Dengan kegiatan ini nantinya dapat menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan antarkelompok masyarakat serta dapat melahirkan serangkaian ide, gagasan hingga solusi dalam menjawab ragam tantangan yang dihadapi Kabupaten Mandailing Natal hari ini dan di masa depan,"
ujar Muhammad Yasir.

Ia mengatakan, hampir semua kabupaten yang ada sudah tentu memiliki problem yang hampir sama, mulai dari masalah yang berdimensi pembangunan manusia, infrastruktur, pemerintahan dan keuangan daerah, maupun dimensi lainnya.

"Untuk itu perlu langkah konkrit dan terobosan untuk menanggulanginya," ujarnya.

Sementara itu, Muara Sakti Lubis yang mewakili unsur pembina menyebutkan, forum sangat perlu dicari terobosan untuk masalah tersebut mulai dari infrastruktur,  bencana banjir yang selalu berulang setiap tahun, problem sampah dan limbah dan ketersediaan sumber-sumber energi yang lebih beragam dan ramah lingkungan yang saat ini potensinya banyak Kabupaten Mandailing Natal.  

Pewarta: Holik

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019