Aekkanopan (Antaranews Sumut) - Al Washliyah harus belajar dari Muhammadiyah agar dapat maju dan berkembang besar. Saat ini Muhammadiyah sudah menunjukkan kemajuan pesat di Labuhanbatu Utara.
 
PENUH : Aula Ahmad Dewi.Syukur penuh oleh warga Muhammadiyah dan undangan lainnya pada puncak Milad Muhammadiyah ke 109 H/106 M, Rabu. (Foto : Antaranews Sumut/Sukardi)

Ungkapan lugas dan terus terang itu dikatakan Bupati Labura H Kharuddin Syah SE di hadapan warga dan pengurus Muhammadiyah serta undangan pada Milad Muhamadiyah ke-109 H/106 M yang dilaksanakan di aula Ahmad Dewi Syukur Aekkanopan, Rabu. 

Hadir dalam acara itu aggota DPR RI Dr H Saleh Partaonan Daulay, Ketua FPAN DPRDSU Drs Aripay Tambunan MM, Pengurus PW Muhammadiyah yang juga calon anggota DPD RI Dr Abdul Hakim Siagian SH MHum dan banyak tokoh lainnya.

"Kita tidak perlu malu mengakui. Saya merupakan warga Al Washliyah. Muhammadiyah berkembang maju di Labura. Padahal di masa lampau Al Washliyah besar di daerah kita ini," katanya di hadapan lebih kurang seribu undangan dan warga Muhammadiyah.

Pada bagian lain ia juga mengakui, Muhammadiyah telah memberikan peran dan sumbangsih memajukan Labura, terutama di bidang pendidikan. "Saya mohon maaf, karena selama delapan tahun menjadi bupati, baru kali ini bisa hadir pada acara Milad Muhammadiyah," terangnya.

Hal itu, tambahnya, bukan karena kesengajaan. Tetapi pada saat milad persyarikatan itu, ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan atau diwakilkan, sebut pria yang menjadi bupati sejak 2010 tersebut.

"Saya bisa duduk sebagai bupati dua periode tidak lepas dari dukungan Muhammadiyah," aku pria yang akrab disapa H Buyung dan pernah duduk sebagai anggota DPRD Sumut itu.

Dalam kesempatan itu bupati juga menyatakan keinginannya dapat membantu persyarikatan tersebut dengan mengadakan mobil. "Kita akan mengadakan mobil untuk Muhammadiyah dan Al Washliyah," janjinya dan mendapat aplaus dari yang hadir.
 

Pewarta: Sukardi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018