Aekkanopan (Antaranews Sumut) – Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan 2017 yang dilaksanakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Rantauprapat di Labuhanbatu Utara tentu memiliki tujuan. Harapannya agar pejabat Pemkab Labura bisa menjadi panutan dan ditiru oleh masyarakat wajib pajak.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Labura Drs Dwi Prantara MM pada acara yang dilaksanakan di Aula Gedung Serbaguna, Rabu. Hal itu diperlukan karena, pejabat yang setiap hari bergelut dengaan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten diharapkan memahami struktur keuangan Indonesia sudah seperti Negara modern.

“Negara modern sumber utamanya berasal dari pajak. Seperti layaknya Negara-negara industry, maka pajak menjadi andalan penerimaan Negara,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Labura dalam kegiatan yang juga dihadiri Bupati H Kharuddin Syah SE itu.

Diharapkannya, Pekan Panutan Pajak tersebut mampu membangun kesadaran membayar pajak bagi para wajib pajak di seluruh Indonesia. “Mudah-mudahan Pekan Panutan Pajak ini mampu membangun jiwa kesadaran membayar pajak bagi para wajib pajak di seluruh Indonesia. Dan mudah-mudahan Direktorat Jendral Pajak mencapai target-target yang dibebankan oleh kementrian keuangan,” katanya.

Ketua DPD Pujakesuma Labura itu juga menyampaikan, bupati termasuk orang yang disiplin melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). “Karena itu Bapak Kepala KPP Pratama Rantauprapat merasa sangat cocok kalau Pekan Panutan diselenggarakan di Labura,” jelasnya seraya menambahkan Kepala KPP Rantauprapat ingin mengekspos keteladanan bupati ke Kantor Pusat.

Kegiatan itu juga dirangkai pemberian plakat dari Kepala KPP Pratama Rantauprapat dan Perwakilan Kantor Dirjen Paajak Sumut kepada Bupati Labura H Kharuddin Syah SE.

Pewarta: Sukardi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018