Langkat, Sumut, 4/8 (Antara) - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini dihargai Rp600 per kilogram, sehingga petani hanya berharap harga bisa naik dalam waktu dekat ini agar tidak semakin merugi.
"Harga TBS terus jatuh dan merosot," kata Sofyan salah seorang petani di Bahorok, Selasa, sambil menjelaskan hasil penjualan sawit sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Dia mengatakan harga jual sawit sudah tidak sebanding dengan perawatan, pembersihan, maupun biaya keluarga.
Sofyan menjelaskan kebutuhan hidup terus melonjak, sementara nilai jual produksi sawit terus semakin merosot sekarang Rp600 per kilogram.
"Untuk biaya panen dan melansir sawit dari perkebunan saja sudah menncapai Rp350 per kilogram, belum lagi biaya produksi lainnya," sambungnya.
Dirinya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab turunnya nilai jual TBS petani ini namun darri para agen pengumpul didapat turunnya TBS ini berdasarkan ketetapan dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
"Kita tidak tau sampai kapan harga akan terus bertahan seperti ini, mereka berharap pemerintah kiranya prrlu campur tangan membenahi peraturan harga jual, sehingga petani tidak terus merugi seperti sekarang ini," harapnya.
Sementara salah seorang petani TBS lainnya Amat menjelaskan hingga sekarang para petani terus mencari tahu faktor apa penyebab anjloknya harga TBS ini.
"Petani sudah semakin terpuruk dengan harga TBS seperti sekarang ini karena terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan dari mulai ongkos memanen TBS, ongkos angkut ke pinggir jalan," ujarnya.
Dia berharap keluhan petani ini dapat didengar pemerintah, sehingga harga TBS bisa secepatnya pulih seperti beberapa bulan yang lalu, sehingga kehiduan petani bisa semakin sejahtera.***3***Budi Suyanto
(T.KR-IFZ/B/B. Suyanto/B. Suyanto) 04-08-2015
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2015
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2015