Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Risfan Juliardi yang dihubungi Antara dari Medan, Rabu, mengatakan jumlah kerugian akibat banjir tersebut diperoleh berdasarkan hasil pencatatan yang dilakukan petugas dari Pemkab Madina, Kecamatan dan Pedesaan terhadap masyarakat korban banjir.
Kerusakan rumah yang cukup berat di kedua kecamatan (Panyabungan dan Naga Juang), menurut dia, tercatat sebanyak 141 rumah, kerusakan ringan sekitar 271 rumah dan ribuan hektare lahan pertanian milik masyarakat juga hancur.
"Rumah ibadah masjid yang rusak, tercatat satu unit dan begitu juga gedung Sekolah Dasar (SD) satu unit," kata Risfan.
Dia mengatakan, jumlah kerugian akibat peristiwa banjir di wilayah Pantai Barat Sumut itu, juga telah dilaporkan kepada Bupati Madina.
Risfan menyebutkan, bencana banjir di Kecamatan Panyabungan terjadi Kamis (14/2) sekitar pukul 20.00 WIB yang melanda enam desa, beberapa di antaranya Desa Sopo Batu, Manyabar, Saba Jambu, Gunung Manaon, dan Pagaran Tonga.
Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya air Sungai Aek Ranto Puran, karena pada malam hari itu hujan turun cukup lebat.
Sebelumnya, kata Risfan, banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Naga Juang, Rabu (13/2), menelan korban jiwa tiga orang, yakni Annum boru Regar (45), Yusuf Nasution (11), dan Gio Nasution (4).
Data yang diperoleh di kantor Pemkab Madina, jumlah pengungsi banjir yang berada di Kecamatan Naga Juang sebanyak 953 kepala keluarga (KK) atau 4.176 jiwa.
Jumlah pengungsi banjir pada enam desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina sebanyak 1.933 KK atau 8.017 jiwa. ***4***
yuliastuti
(T.M034/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti)
Pewarta: Munawar Mandailing:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.