"Outlet Pertamax diharapkan segera terealisasi di semua kabupaten/kota Sumut," kata Asisten Customer Relation Fuel Retail Marketing & Trading Directorate Region I PT Pertamina (Persero), Sonny Mirath, di Medan, Kamis.
Ia mengatakan, sekarang outlet Pertamax sebagian besar berlokasi di Medan dan daerah sekitarnya seperti Langkat, Deliserdang dan Serdang Bedagai.
"Sebagai operator tentunya Pertamina harus mendukung kebijakan pemerintah. Pertamina akan terus memanmbah outlet penjualan Pertamax dan BBM non subsidi pascadikeluarkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.I tahun 2013," katanya.
Permen ESDM NO.1 tahun 2013 itu membatasi penggunaan premium bersubsidi untuk kenderaan dinas yang berlaku mulai 1 Februari 2013 dan pembatasan penggunaan solar bersubsidi pada angkutan perkebunan, pertambangan dan kehutanan mulai 1 Maret 2013.
"Mudah-mudahan dengan adanya Permen ESDM No I tahun 2013 dan adanya outlet Pertamax dan BBM nonsubsidi yang terus diperbanyak Pertamina tidak ada masalah dalam penyaluran BBM di Sumut tahun ini," katanya.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, Binsar Situmorang menyebutkan, pihaknya sudah menyurati dinas kabupaten/kota memberitahu soal kebijakan itu dan minta menjalankannya.
Dinas Pertambangan dan Energi Sumut juga akan meminta perusahaan pertambangan memenuhi ketentuan pemerintah itu, katanya.
Namun dia mengaku, belum membuat dan mengedarkan stiker bagi kendaraan milik usaha pertambangan yang tidak diizinkan menggunakan BBM bersubsidi dengan alasan masih berkoordinasi dengan pihak BPH Migas.***3***
(T.E016/B/I.K. Sutika/I.K. Sutika)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.