"Tidak bisa mengandalkan Pemerintah Pusat seperti yang dinyatakan semua kandidat calon Gubernur Sumut itu dalam Uji Publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang digelar Kadin Sumut, 25 Februari malam," katanya di Medan, Selasa.
Kalau Pemerintah Pusat tentunya dewasa ini fokus kepada bantuan pengembangan Indonesia di wilayah bagian timur yang masih belum semaju bagian barat.
Menurut Indra yang tokoh etnis Tionghoa di Sumut itu, untuk bisa mandiri Gubernur Sumut harus memaksimalkan potensi lokal, menyusun prioritas pembangunan dengan memberikan fasilitas dan kemudahan kepada investor dalam dan luar negeri.
"Kasih pengusaha kesempatan seluas-luasnya pasti pembangunan Sumut lebih cepat," katanya.
Untuk menarik investasi pengusaha tentunya pemerintah harus komitmen tidak mempersulit perizinan hingga menjamin kepastian usaha.
Sedangkan agar pembangunan itu benar-benar bisa menyentuh rakyat, tentunya tiga pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk mengawal dan menjalin komitmen soal itu dengan investor.
Pemerintah Provinsi Sumut bisa melihat bagaimana keberhasilan para usaha kecil dan menengah (UKM) bisa menggerakkan perekonomian atau geliat ekonomi tetap berjalan ketika para pemimpin daerah tidak ada karena terganjal masalah.
"Itu menandakan bahwa sebenarnya potensi Sumut cukup besar sehingga yang perlu hanya arahan dan dukungan dari pemerintah," katanya.
Pada Uji Publik, lima kandidat Gubernur Sumatra Utara pada umumnya memaparkan pengetahuan mereka tentang permasalahan utama di provinsi itu yakni tidak memadainya infrastruktur khususnya jalan.
Gus Irawan-Soekirman misalnya menyebutkan infrastruktur yang kurang bagus menyebabkan pertumbuhan usaha kecil dan menegah (UKM) dengan potensi terbesar di daerah menjadi kurang berkembang.
Sementara pasangan Effendi Simbolon-Djumiran Abdi dengan nomor urut 2 misalnya menyebutkan infrastruktur yang jelek membuat kunjungan wisatawan ke Sumut tidak bisa banyak meski jumlahnya tiap tahun mengalami peningkatan.
Adapun Chairuman Harahap-Fadli Nurzal menilai infrastruktur yang jelek juga membuat perekonomian desa belum tumbuh bagus meski sumber daya alam yang cukup bagus ada di daerah itu.
Calon Wakil Gubernur Sumut, RE Nainggolan yang berpasangan dengan Amri Tambunan juga menyebutkan infrastruktur adalah salah satu yang mendesak dibangun untuk kemajuan masyarakat. Sedangkan Gatot Pujo Nugroho-T.Erry Nuradi mengakui kekurangan infrastruktur itu akibat terbatasnya pendanaan dari provinsi sehingga perlu bantuan Pemerintah Pusat.***1*** Kaswir
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.