Tapanuli Utara (ANTARA) - Pagi itu, Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara dipenuhi wajah-wajah penuh harapan. Para pemimpin daerah, akademisi, tokoh masyarakat, pengusaha, hingga perwakilan generasi muda duduk dalam satu ruangan, memikirkan satu hal yang sama: bagaimana membawa Tapanuli Utara menjadi daerah yang semakin maju hingga tahun 2045.
Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Rabu, 3 Juni 2026, bukan sekadar agenda pemerintahan biasa. Pertemuan itu menjadi ruang bertemunya gagasan, harapan, dan komitmen untuk menyelaraskan pembangunan daerah dengan arah pembangunan nasional yang sedang dijalankan pemerintah pusat melalui Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah diskusi yang berlangsung hangat, perhatian peserta tertuju kepada Sabam Rajagukguk, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra.
Dengan gaya penyampaian yang lugas, ia memaparkan berbagai program prioritas nasional yang akan menjadi landasan pembangunan hingga tahun 2029.
Namun, bukan hanya pemaparan program yang menarik perhatian. Sabam menyampaikan pesan yang memberi optimisme bagi masyarakat Tapanuli Utara. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus selaras dengan visi pemerintah pusat agar berbagai program dan anggaran dapat terhubung secara efektif.
"Pemerintah daerah harus menselaraskan visi dan misinya dengan pemerintah pusat sehingga terjalin kolaborasi semua komponen," ujarnya di hadapan peserta FGD.
Suasana ruangan semakin hidup ketika Sabam menyampaikan komitmennya untuk membantu memperjuangkan berbagai usulan pembangunan dari Tapanuli Utara hingga ke tingkat kementerian.
"Mari bergerak cepat, kita pastikan data dan proposalnya, saya siap mengawal hingga kementerian," katanya.
Pernyataan itu seakan menjadi suntikan semangat bagi para peserta yang hadir. Harapan agar berbagai kebutuhan pembangunan daerah mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat pun semakin menguat.
FGD tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Hutabarat. Kegiatan ini dipandu oleh Prof Manlian Ronald A Simanjuntak, Guru Besar UTA'45 Jakarta sekaligus perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain Sabam Rajagukguk, sejumlah tokoh nasional turut memberikan pandangan strategis terkait pembangunan daerah. Di antaranya Musa Rajekshah dari Komisi V DPR RI, Restuardy Daud, selaku Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Irjen Pol Wahyu Bintono Haribawono sebagai Staf Khusus Mendagri, serta Adenan Rasyid, Kepala BPIW Kementerian PU.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Tapanuli Utara tidak hanya menjadi urusan pemerintah daerah semata, tetapi juga mendapat perhatian dari berbagai pihak di tingkat nasional.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan, Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon, Kajari Tapanuli Utara Dedy Frits Rajagukguk, Sekretaris Daerah Henry MM. Sitompul, anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga tokoh masyarakat dan pemuda.
Di Aula Martua hari itu, berbagai latar belakang dan kepentingan melebur menjadi satu tujuan bersama. Semua yang hadir menyadari bahwa pembangunan tidak lahir dari kerja satu orang atau satu lembaga saja.
Ia membutuhkan kolaborasi, kesamaan visi, dan komitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
FGD tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum diskusi.
Ia menjadi simbol lahirnya harapan baru bahwa Tapanuli Utara memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang, selama seluruh elemen daerah mampu berjalan seiring dengan arah pembangunan nasional.
Dan di tengah harapan itu, komitmen untuk mengawal berbagai usulan pembangunan hingga ke tingkat pusat menjadi pesan yang paling membekas dari pertemuan tersebut.
Pewarta: Rinto AritonangEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.