"Logistic Summit digelar untuk pembelajaran tentang sistem logistik mengingat biaya logistik di Indonesia masih cukup besar sementara pengusaha harus siap menghadapi komunitas ekonomi ASEAN 2015,"kata Wakil Ketua Umum Kadin Sumut Khairul Mahalli di Medan, Kamis.
Menurut rencana, acara "logistic Summit" itu digelar 28 Februari dan sejumlah pengusaha dan pejabat dari China, Singpura, Malasyai dan Thailand sudah menyatakan kesiapan menghadiri acara tersebut.
Acara itu juga dimanfaatkan Kadin Sumut untuk meningkatkan promosi guna menarik investor asing Dia menegaskan, biaya logistik di Indonesia khususnya dari Pelabuhan Belawan masih sangat tinggi dan itu membuat daya saing dengan produk sama di luar negeri masih lemah.
Biaya logistik perusahaan di Sumut dewasa ini sebesar 50-60 persen dari harga produksi.
"Biaya itu dinilai sangat tinggi, karena harusnya hanya 20-25 persen seperti di negara asing,"katanya.
Yang paling memprihatinkan, kata dia, biaya logistik anatarprovinsi malah lebih mahal atau lebih besar 100 persen dibandingkan dengan ke luar negeri.
"Bagaimana program penguatan penjualan ke dalam negeri dan Aku Cinta Produk Indonesia bisa berjalan,"katanya.
Untuk itu, kata Mahalli, pemerintah dan Pelindo serta semua jajaran terkait sistem logistik perlu segera berbenah diri dengan mengevaluasi dan menekan berbagai biaya.
Pelindo misalnya, harus banyak belajar dari manajemen pelabuhan lain, seperti di Jepang yang sudah sangat efisiensi.
"Harua dibenahi karena investor asing termasuk Jepang semakin menaruh minat berinvestasi di Sumut,"katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, biaya tinggi memang masih menjadi keluhan dan hambatan pengusaha untuk semakin memenangkan persiangan di pasar global.
"Sebenarnya banyak peraturan pemerintah yang bagus untuk membuat pengusaha menjadi kuat, tetap kebijakan itu belum maksimal diterapkan di lapangan,"katanya.
Sistem logistik Indonesia sendiri misalnya sudah ada "blue print"nya, tetapi faktanya di lapangan belum berjalan.***3***Budi Suyanto (T.E. Siregar/B/B. Suyanto/B. Suyanto) 07-02-2013 10:28:18
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.