Langkat, Sumut, 25/1 (ANTARA) - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk tahun 2013 diajukan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu sebesar Rp1,6 triliun.

RAPBD tersebut disampaikan Bupati Ngogesa Sitepu pada sidang paripurna DPRD Langkat yang dipimpin Ketuanya Rudi Hartono Bangun, Jumat.

"Kita sudah ajukan RAPBD untuk tahun 2013 mencapai Rp1,6 triliun," kata Bupati Langkat Haji Ngogesa Sitepu di Stabat, Jumat.
Pengajuan RAPBD sebesar itu, karena memperhatikan berbagai kemajuan yang dicapai dan kendala yang dihadapi pada tahun anggaran 2012 serta perkiraan dinamika kondisi tahun 2013, katanya.

Sitepu mengungkapkan bahwa masalah dan tantangan utama yang harus dipecahkan dan dihadapi pada tahun 2013 antara lain adalah upaya lanjut untuk menanggulangi kemiskinan.

Hal ini di akibatkan karena masih rendahnya kapasitas produksi dan akses terhadap sumber daya produktif bagi masyarakat termasuk kondisi infrastruktur, ungkapnya.

"Kita akan diupayakan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, yang menjadi perhatian dan fokus pemerintah daerah,¿ kata Sitepu.

Untuk itu perlu diperhatikan beberapa prinsip utama yang jadi landasan operasional bagi aparatur yakni partisipasi masyarakat, pola pembangunan berkelanjutan, pengarustamaan gender.

Selain itu tata pengelola yang baik, pengurangan kesenjangan antar wilayah, desentralisasi dan otonomi daerah serta padat karya.

Adapun kondisi RAPBD untuk tahun 2013 tersebut sebesar Rp1,6 trilyun dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp1,73 triliun dan belanja langsung sebesar Rp598 miliar.

Pada kesempatan itu langsung disampaikan pandangan umum dari delapan fraksi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Langkat, melalui juru bicaranya masing-masing seperti Ralin Sinulingga dari F-PDIP, Samin Sihotang dari F-Golkar, Hasan Basri dari F-PAN.

Selain itu juga menyampaikan pandangan umumnya, Makruf Ritonga dari F-GIS, Riska Purnawan dari F-Hanura, Juman Tariga dari F-Demokrat, dan Kurniawan dari F-KPDP.

Secara umum para juru bicara masing-masing fraksinya yang menyampaikan pandangan umumnya lebih menyoroti masalah peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan.

Juga menyoroti soal kualitas dan fasilitas pendidikan maupun kesehatan, yang belum memadai dan harus menjadi perhatian serius pada 2013 mendatang.***4***

(T.KR-JRD)

(T.KR-JRD/C/Z002/Z002)


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026