Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara menyatakan bakal mengakomodasi siswa madrasah ibtidaiah dan madrasah sanawiah dalam program Tebus Ijazah sebagai upaya memperluas sasaran program itu di daerah setempat.

"Kini program Tebus Ijazah akan menyasar sekolah itu, tidak hanya sekolah negeri di bawah naungan Pemkot Medan," ujar Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Medan Prayogi di Medan Kamis.

Ia mengatakan kebijakan itu untuk menampung aspirasi masyarakat yang hendak memanfaatkan salah satu program unggulan pemerintah kota setempat tersebut.

"Namun, penerima manfaat belum dapat diterima oleh masyarakat luar Kota Medan. Syarat utamanya harus berstatus warga Kota Medan," kata dia.

Nantinya, kata dia, Dinas Pendidikan setempat akan menerapkan mekanisme pendataan dan verifikasi berjenjang. Proses diawali dengan pemetaan sekolah-sekolah swasta yang memiliki kasus penahanan ijazah.

"Selanjutnya, pihak sekolah mengusulkan nama-nama siswa yang memenuhi kriteria," kata dia.

Ia mengatakan data tersebut kemudian diverifikasi dengan menyandingkan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Dinas Sosial. Siswa yang masuk kategori prioritas dalam DTSEN akan langsung diproses.

"Bagi siswa yang dinyatakan lolos verifikasi, seluruh tunggakan biaya pendidikan akan diselesaikan langsung oleh Pemkot Medan kepada pihak yayasan sekolah, sehingga ijazah dapat segera diserahkan kepada yang bersangkutan," kata dia.

Pada tahun anggaran 2026, Yogi mengatakan program Tebus Ijazah tersebut juga akan menyasar 500 siswa penerima manfaat.

 

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026