Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin menekankan pentingnya peran dosen sebagai pengelola dan pemimpin akademik sehingga tidak hanya sebagai pendidik dan peneliti.

"Oleh karena itu, kemampuan manajerial menjadi aspek yang sangat penting selain keahlian dalam bidang ilmu,” katanya saat melantik dekan dan wakil dekan sejumlah fakultas di jajaran perguruan tinggi negeri tersebut, di Medan, Senin.

Ia mengatakan setiap dosen tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, akan tetapi juga harus menjadi bagian dari sistem sebagai administratur, pengelola, dan pemimpin akademik.

 

 

Pelantikan tersebut menjadi peristiwa penting bagi USU dalam melanjutkan perjalanan transformasi kelembagaan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

 

 

 

 

Setelah melalui fase “Transformation Towards the Ultimate” yang menitikberatkan pada penguatan fondasi tata kelola, sistem akademik, serta perluasan jejaring, kata dia, kini USU memasuki fase baru yang lebih menantang sekaligus menjanjikan, yaitu “The Era of Ultimate Excellence.”

 

 

Tagline baru itu mencerminkan pergeseran strategis dari proses transformasi menuju tahap pembuktian keunggulan.

 

 

USU tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem, tetapi juga pada pencapaian kualitas unggul yang berdampak nyata, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

Ia menekankan bahwa perubahan sebagai keniscayaan yang harus direspons secara adaptif oleh institusi pendidikan tinggi.

 

 

“Setiap zaman mengalami perubahan yang sangat signifikan, baik dari sisi teknologi, perubahan iklim, hingga disrupsi global. Perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam merespons perubahan tersebut secara cepat, tepat, dan relevan dengan kebutuhan masa depan," katanya.

 

 

Ia menegaskan perubahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan solusi terbaik.

 

 

“Perubahan tidaklah menjadi sesuatu yang perlu kita takuti, tetapi perubahan menjadi satu tantangan yang perlu kita hadapi, perlu kita berikan solusi yang terbaik untuk hal tersebut,” katanya.

 

 

Sejalan dengan arah kebijakan universitas, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang baru dilantik, Mhd Pujiono, memaparkan visi strategis yang menekankan pada penguatan daya saing global berbasis kearifan lokal.

 

 

Ia menegaskan penelitian berbasis budaya lokal Sumatera Utara akan menjadi fokus utama dalam pengembangan akademik di FIB.

 

 

“Mengutamakan kearifan lokal sehingga kita harus lebih banyak menjaring dan mencari data-data terkait dengan kearifan lokal yang nanti akan kita jadikan landasan penelitian berbasis internasional," katanya.

 

 



Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026