Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Muryanto Amin mendorong lulusan perguruan tinggi itu untuk terus belajar agar kemampuan adaptasi terutama di dunia kerja dapat terus diperkuat menjadi lebih baik dari sebelumnya.

"Bagi yang telah memiliki pekerjaan dan atau sedang mencari pekerjaan, maka prinsip yang paling penting adalah tidak boleh berhenti untuk terus belajar. Sehingga, alumni USU memiliki dua kekuatan sekaligus yaitu kemampuan adaptasi yang cepat dan disegani oleh dunia industri," katanya di Medan, Sabtu, pada acara acara wisuda 1.586 lulusan USU.

Ia menyampaikan International Labour Organization atau ILO mencatat bahwa banyak perusahaan di berbagai negara mengalami kesulitan menemukan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai, terutama pada bidang teknologi, digital, energi terbarukan, dan kesehatan.

Secara global sekitar 37 persen pekerja, bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan keterampilannya, sementara 53 persen pekerja mengaku mengalami ketidaksesuaian antara pendidikan yang ditempuh dengan pekerjaan yang dijalankan.

Kondisi itu menunjukkan bahwa dunia kerja modern tidak hanya menghadapi persoalan pengangguran, tetapi juga ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Tingkat horizontal mismatch tercatat mencapai sekitar 60,52 persen, yang menunjukkan masih besarnya ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dan bidang pekerjaan tenaga kerja.

Ironisnya, ketika perusahaan dipaksa menjadi lebih digital, otomatis, dan adaptif untuk bertahan dalam situasi global yang tidak stabil, banyak tenaga kerja belum sempat menyesuaikan kompetensinya dengan kebutuhan dunia kerja yang baru.

Tantangan terbesar dunia kerja masa depan bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

Fakta yang terjadi, saat ini dalam dunia industri, menegaskan bahwa telah terjadi pergeseran (shifting) kebutuhan profil pekerja berikut seluruh sistem yang ada di dalamnya.

Korelasinya dari fakta tersebut adalah alumni Universitas Sumatera Utara, setidaknya memahami lebih dini tentang terjadinya shifting tersebut. Meskipun secara langsung, kita belum merasakan perubahan kebutuhan profil tenaga kerja.

Tetapi menurunnya jumlah kelas menengah ke level di bawahnya, menunjukkan bahwa terdapat korelasi fakta dunia tersebut di Indonesia.

"Oleh karena itu, menjadi keniscayaan bahwa alumni USU mempersiapkan dirinya agar dapat diperhitungkan dalam industri dan dunia kerja. Ijazah yang dimiliki ternyata tidak lebih penting ketimbang keterampilan praktis, pengalaman kerja, portofolio, sertifikasi, kemampuan teknologi, dan kemampuan problem solving," katanya.



Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026