Padangsidimpuan (ANTARA) - Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan memberikan apresiasi terhadap kinerja Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 12, beserta tim petugas haji yang dinilai telah menunjukkan kesiapan matang menjelang keberangkatan jamaah haji musim 2026.

Ketua PD Muhammadiyah Padangsidimpuan, Dr.Anhar Nasution, menyampaikan bahwa koordinasi yang dilakukan Ketua Kloter bersama jajaran berlangsung intensif dan transparan. 

Berbagai langkah preventif telah dilakukan, mulai dari pemetaan kondisi kesehatan jamaah hingga kesiapan perlengkapan dan pemantapan manasik haji secara teknis.

Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi faktor penting dalam menjamin kenyamanan dan kelancaran ibadah jamaah asal Padangsidimpuan selama berada di Tanah Suci Makkah.

“Langkah konkret yang dilakukan Ketua Kloter 12 dan tim sangat sigap, terutama dalam memastikan jamaah lansia mendapatkan perhatian khusus. Ini merupakan bentuk pelayanan yang patut didukung bersama,” ujarnya.

Diketahui, total jamaah Kloter 12 berjumlah 360 orang yang tergabung bersama jamaah dari Tapanuli Utara. Jamaah asal Padangsidimpuan dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026 menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNO), sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 5 Mei 2026.

Dalam masa persiapan, Ketua Kloter 22 H.M Asroi Saputra Hasibuan, MA menekankan penguatan sinergi internal antara ketua kloter, ketua rombongan (karom), dan ketua regu (karu). 

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah briefing rutin dan terjadwal untuk mengevaluasi kondisi jamaah serta memastikan koordinasi berjalan efektif," ujarnya.

Selain itu, pembagian peran yang jelas menjadi perhatian utama, di mana ketua kloter berperan sebagai pengarah kebijakan, sementara karom dan karu menjadi ujung tombak dalam pengawasan langsung terhadap jamaah.

"Sistem respons cepat atau early warning system juga diterapkan guna mengantisipasi berbagai kendala di lapangan," tambahnya.

Setiap karu, kata dia, diwajibkan melaporkan kondisi jamaah kepada karom, yang selanjutnya diteruskan kepada ketua kloter apabila ditemukan persoalan kesehatan atau teknis.

Pendekatan humanis turut menjadi fokus dalam pelayanan. Ketua kloter dan tim mengedepankan komunikasi yang mengayomi serta edukasi yang efektif kepada jamaah, termasuk melalui media komunikasi seperti grup pesan singkat agar informasi penting dapat tersampaikan secara merata.

"Perhatian khusus juga diberikan kepada jamaah lansia dan kelompok risiko tinggi (risti), dengan pendataan kondisi kesehatan secara berkala sebelum menjalani aktivitas ibadah," tegasnya.

PD Muhammadiyah lebih jauh menekankan pentingnya menjaga komunikasi harmonis antara seluruh petugas dan jamaah selama di Tanah Suci. 

Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh jamaah Kloter 12 dapat menjalankan ibadah dengan tertib, khusyuk, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Apresiasi yang diberikan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Ketua Kloter 12 dan seluruh petugas untuk terus memberikan pelayanan terbaik sepanjang rangkaian ibadah haji berlangsung.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026