Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan, Sumut Rico Tri Putra Waas menekankan dewan hakim yang akan bertugas pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 59 tingkat Kota Medan tahun 2026 untuk mengedepankan profesionalitas.
"Menjadi dewan hakim bukanlah hal yang mudah. Perlu ketelitian, kepekaan dan komitmen tinggi terhadap keadilan dalam menilai setiap peserta. Oleh karena itu pelantikan ini sangat penting agar proses penilaian berjalan secara profesional dan berkeadilan," ujar Rico Waas usai melantik dewan juri MTQ ke-59 Kota Medan, di Medan, Jumat.
Ia mengatakan jiwa profesional dewan hakim pada pelaksanaan tersebut menjadi poin utama yang harus dilakukan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
Jiwa profesional itu, kata dia, juga harus dilakukan oleh dewan pengawas yang harus mengawasi dengan baik selama perhelatan itu berlangsung.
"Dewan Hakim memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan generasi muda pencinta Al-Qur’an di Kota Medan," kata dia.
Rico Waas juga mengingatkan agar para dewan hakim untuk menghindari segala bentuk kedekatan sosial yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian.
"Jangan karena kedekatan sosial, tetapi buatlah penilaian berdasarkan kedekatan kepada Allah SWT. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi melahirkan generasi Qurani yang berkualitas," sebut dia.
Oleh karena itu Wali Kota Medan meminta agar dewan hakim dan dewan pengawas untuk bersungguh-sungguh menjalankan amanah yang diberikan.
Rico mengatakan kesuksesan MTQ Ke-59 Kota Medan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan oleh seluruh pemangku kebijakan terkait.
MTQ Ke-59 Kota Medan akan dilaksanakan pada 11-18 April 2026 yang berlokasi Jalan Gatot Subroto kilometer lima Kelurahan Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Sungal
Rico Waas mengajak seluruh elemen masyarakat, terkhusus umat Muslim, untuk mendukung kegiatan tersebut. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu acara yang membanggakan umat Muslim dan masyarakat Kota Medan," ujarnya.
