Simalungun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mendorong perangkat kecamatan, kelurahan dan desa membentuk dan mengaktifkan Bank Sampah guna menangani permasalahan sampah di daerah masing-masing.
"Kami mengajak kerjasama lintas sektoral di kecamatan dan kelurahan/desa membangun kesadaran masyarakat," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, Selasa (7/4).
Dorongan dan ajakan ini disampaikan Mixnon pada Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Terpadu, dan Berkelanjutan yang diadakan di Kantor Bupati Simalungun di Raya.
Dikatakan, Pemkab menargetkan terjadinya transformasi besar, yaitu perubahan sistem pengelolaan di TPA menuju sistem sanitary landfill yang lebih sehat dan modern, sekaligus memperkuat kelembagaan serta kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu langkah konkret pembentukan dan pengaktifan Bank Sampah di setiap desa dan kelurahan.
Inisiatif ini dinilai sangat strategis sebagai upaya pengurangan sampah berbasis masyarakat yang sekaligus memberikan nilai ekonomi.
Mixnon optimis, dengan sinergi yang kuat, Kabupaten Simalungun dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi menjadikan Simalungun yang ASRI (Asri, Sehat, Rapi, Indah).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel Silalahi memaparkan sejumlah kendala serius dalam penanganan sampah di Kabupaten Simalungun mencakup 32 kecamatan dan 413 desa/lurah.
Masalah keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana pendukung minim, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.
Sistem pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih bersifat terbuka, juga menjadi perhatian utama yang harus segera dibenahi demi kesehatan lingkungan.
Rapat koordinasi dihadiri perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup RI, Eka Jatnika Arifin.
