Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggenjot pengembangan daya saing industri dan hilirisasi komoditas unggulan di Sumatera Utara.
"Untuk meningkatkan potensi industri di Sumut, kita perlu memfokuskan penguatan industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, juga pengembangan kawasan industri dan hilirisasi komoditas unggulan," ucap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Provinsi Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (31/3).
Pihaknya menjelaskan, industri lokal di Sumatera Utara masih menghadapi sejumlah kendala antara lain tingginya biaya produksi dan rendahnya daya saing.
Data Dinas Perindag ESDM Provinsi Sumut pada 2025, terdapat 194.089 IKM telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 399.194 orang.
"IKM berbasis potensi lokal mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap IKM terus ditingkatkan," kata Dedi.
Ia menyebutkan, IKM perlu didukung dalam peningkatan proteksi, akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen, dan pemasaran.
"Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga dapat membantu IKM memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional," tutur dia.
Dinas Perindag ESDM Provinsi Sumut di tahun ini, lanjut Dedi, akan meningkatkan kapasitas dan daya saing IKM melalui pelatihan serta bantuan peralatan kepada 80 IKM kopi.
Pemprov Sumut juga akan ditumbuhkan 60 wirausaha baru di Sumatera Utara, khususnya minuman kopi, dan 35 sektor kuliner melalui program serupa.
"Kami juga berkolaborasi dengan Dekranasda melakukan pelatihan diversifikasi produk, dan mengikuti ajang promosi membawa produk lokal kita ke kancah nasional dan internasional," ujarnya.
Untuk pengembangan kawasan industri, Dedi juga menyebutkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Kawasan Industri Medan telah menjadi pusat pertumbuhan industri signifikan.
Kawasan ini tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
"Ke depan pengembangan kawasan industri baru berbasis potensi daerah yang terus didorong guna meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi," paparnya.
Hilirisasi komoditas produk unggulan daerah di Sumatera Utara dikenal sebagai penghasil utama kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao yang selama ini sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi.
"Melalui hilirisasi, komoditas ini diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti oleokimia dari kelapa sawit, barang jadi berbahan karet, makanan dan minuman berbasis kopi dan kakao, sehingga nilai ekonomi menjadi lebih besar dan berdampak luas bagi perekonomian daerah," ucap Dedi.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026