Padangsidimpuan (ANTARA) - Universitas Aufa Royhan kembali menyalurkan bantuan alat kesehatan dan kebersihan lingkungan kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Tandihat, Sabtu (14/3).
Dr. Ns. Adi Antoni, M. Kep didampingi. Haslinah, M.Kes dari Universitas Aufa Royhan menjelaskan bahwa kegiatan ini bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk 'Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana' yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa menyerahkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan warga, antara lain sapu, payung, sekop, serta sepatu boot. Bantuan tersebut diberikan kepada 165 warga Desa Tandihat yang saat ini tinggal di hunian sementara akibat bencana tanah longsor yang melanda wilayah tersebut, kata Adi Antoni.
Lanjut Antoni menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat membantu warga dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menunjang aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana.
Program Mahasiswa Berdampak ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial mahasiswa, tetapi juga bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung proses pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
Selain penyerahan bantuan, mahasiswa juga melakukan kegiatan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta upaya pencegahan risiko kesehatan di area hunian sementara.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka selama masa pemulihan setelah bencana.
Program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, ungkap Antoni.
Pewarta: Khairul AriefEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026