Tapanuli Utara (ANTARA) - Sarulla Operations Ltd mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan di sektor pertanian dengan melakukan pendampingan intensif atas sejumlah kelompok tani di wilayah Kecamatan Pahae Julu, dan Pahae Jae, Taput.

"Dari total hasil panen, sebanyak 8.125 kg telah berhasil dipasarkan dengan nilai penjualan mencapai Rp.350.531.000 dengan kisaran harga Rp.20.000 hingga Rp.40.000 per kilogram," terang Humas Eksternal SOL, Industan Sitompul, Kamis (29/1).

Total hasil panen tersebut dicatatkan 6 kelompok tani yang memiliki 74 anggota di Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu, Taput. 

Enam kelompok tani tersebut tersebar di Kecamatan Pahae Jae, yakni Desa Sigurunggurung dan Desa Pardamean Nainggolan, serta di Kecamatan Pahae Julu, yaitu Desa Simataniari dan Desa Janji Natogu. 

Melalui pendampingan intensif, para petani berhasil memanen bawang merah sebanyak 11.544 kg sepanjang tahun 2025 atau mencapai 2,4 kali lipat dari bibit yang telah ditanam, yakni bantuan 5.404 kg bibit bawang merah yang disalurkan pada Mei dan Oktober 2025. 

Meski mencatatkan hasil yang positif, program ini juga dinilai belum maksimal karena menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca ekstrim di lapangan.

"Musim kemarau panjang pada Mei-Agustus 2025 serta curah hujan yang sangat tinggi pada Oktober-Desember 2025 mempengaruhi produktivitas tanaman, sehingga hasil panen dinilai belum sepenuhnya optimal sesuai dengan estimasi panen yang ditargetkan," jelasnya.

Selain memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan petani, program ini juga mendorong keberlanjutan diversifikasi usaha tani. 

Sebagian hasil panen dimanfaatkan kembali oleh anggota kelompok tani sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya, sehingga siklus produksi dapat terus berjalan secara mandiri.

"Pendampingan pertanian bawang merah ini dilaksanakan melalui program CSR SOL dengan pendekatan terpadu, mencakup pemenuhan sarana produksi pertanian berupa bibit, mulsa, pupuk, dan pestisida, serta peningkatan keterampilan petani melalui pelatihan," papar Industan.

Pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.

Pelaksanaan program merupakan kerja sama dan koordinasi yang erat antara SOL dan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya melalui pendampingan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan di desa.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa diversifikasi komoditas melalui pendampingan CSR yang terencana dan berkelanjutan mampu menjadi salah satu alternatif dan solusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat. 

"Harapan kita, program pertanian bawang merah ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di wilayah operasional perusahaan," tukasnya.



Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026