Pematang Siantar (ANTARA) - Indeks harga konsumen di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun pada periode Bulan November 2025 alami deflasi.
Dalam rilis, Selasa (2/12), Seksi Data dan Kehumasan Kantor Perwakilan BI Pematang Siantar menyebut angka deflasi dan inflasi di dua kota/kabupaten wilayah kerja.
Deflasi secara bulanan di Kota Pematang Siantar sebesar -0,11 persen, komoditi penyumbang cabai merah, tomat dan jeruk.
Sedangkan komoditi penyumbang inflasi, yakni emas perhiasan, wortel dan daging ayam.
Sementara di Kabupaten Labuhan Batu, deflasi -1,23 persen dipengaruhi komoditi cabai merah, tomat dan bahan bakar rumah tangga. Inflasi disumbang komoditi ikan kembung, telur ayam ras dan ikan gabus.
Kepala Perwakilan BI Pematang Siantar, Ahmadi Rahman memperkirakan adanya peningkatan inflasi pada Desember 2025, dengan tingginya permintaan menjelang hari besar keagamaan Nasional.
Inflasi masih terus terjadi hingga awal tahun 2026 sehubungan rata-rata jumlah kunjungan wisatawan yang cukup tinggi pada libur tahun baru.
Kondisi curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir juga menyebabkan beberapa lahan pertanian rusak yang berdampak pada jumlah ketersediaan pasokan yang akan terbatas dalam beberapa waktu ke depan.
Upaya pengendalian inflasi terus dibangun dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah di delapan wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Pematang Siantar.
