Medan (ANTARA) - National Project Manager ENTREV Nasrullah Eriel Salim mengapresiasi progres ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Sumatera Utara. 

“Kami melihat pertumbuhan yang sangat cepat di Sumut. Sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat transportasi bersih di masa depan. Kami optimis perkembangan ini akan semakin pesat dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Eriell di Medan, Jumat.

Sebelumnya, ENTREV telah menggelar FGD serupa di Yogyakarta, Surabaya, dan Samarinda, serta melaksanakan pilot project pengembangan ekosistem KBLBB di Jakarta, Bali, dan Jawa Tengah.

“Transisi ke KBLBB adalah komitmen bersama. Pemerintah melihat efisiensi subsidi BBM, pelaku usaha melihat peluang bisnis, dan masyarakat merasakan manfaat lingkungan. Semua bergerak pada jalur yang sama menuju masa depan energi bersih,” tambah Eriell.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir mendukung upaya pemerintah daerah dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik.

Mundhakir mengatakan dukungan itu dilakukan dengan menghadirkan 76 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 57 lokasi strategis, tersebar mulai dari Kota Medan, jalur Sumatera Utara bagian timur hingga Aceh, serta kawasan wisata prioritas nasional.

Oleh karena itu, ia mengatakan pengguna kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) tidak perlu khawatir dalam pengisian di SPKLU.

"Ke depan, kami mempersiapkan penambahan 58 unit SPKLU baru pada Desember 2025. Penempatan prioritas difokuskan pada kawasan wisata seperti Samosir dan Berastagi yang menunjukkan lonjakan signifikan penggunaan KBLBB," ucapnya.

 



Pewarta: M.Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026