Medan (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara menyelesaikan program penyambungan listrik di 70 desa sebagai upaya memperluas akses energi listrik bagi masyarakat di wilayah tersebut.
"Hingga saat ini, program listrik masuk desa sudah selesai di 70 lokasi dengan target 76 lokasi yang selesai pada Agustus 2026," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir di Medan, Sumut, Rabu.
Mundhakir optimistis program listrik desa dapat rampung sesuai yang ditargetkan, agar dapat menyeluruh dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, lokasi yang sudah selesai dalam program itu di antaranya desa yang berada di Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Asahan.
Ia mengatakan program listrik masuk desa tersebut merupakan upaya pemerintah pusat dalam percepatan pemerataan energi di wilayah tersebut, termasuk wilayah tertinggal, terluar dan terdepan (3T).
Pembangunan listrik desa bukan sekadar menghadirkan jaringan dan infrastruktur, tapi juga membuka peluang kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Karena itu, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat dalam memastikan program listrik desa ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
PLN Sumut terus berkomitmen mendukung agenda besar pemerintah dalam menghadirkan akses energi yang berkeadilan hingga ke pelosok.
Sekaligus, memperkuat langkah Indonesia menuju masa depan energi yang lebih bersih, andal dan berkelanjutan.
Pemerataan akses listrik merupakan bagian penting dari pembangunan nasional yang inklusif. Hal ini juga sejalan dengan transformasi PLN dalam mendukung transisi energi.
PLN Sumut juga ingin memastikan masyarakat di desa turut menjadi bagian dari kemajuan, merasakan manfaat energi yang andal dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.