Langkat (ANTARA) - Sejarah panjang peradaban Islam di Kabupaten Langkat akan kembali dihidupkan melalui Peringatan Ke-250 Tahun Masjid Jaya Ar-Rahman Bingai, salah satu masjid tertua di Sumatera Utara, yang berdiri kokoh sejak tahun 1775.
Camat Wampu Ahmad Fitria menyampaikan itu, di Wampu, Jumat.
Masjid bersejarah ini menjadi saksi perjalanan dakwah dan budaya Melayu Islam di tanah Langkat, dan kini kembali menjadi pusat kegiatan masyarakat melalui serangkaian acara bernilai religius, sosial, dan budaya.
Peringatan akbar ini berlangsung mulai 6 hingga 20 November 2025 di kawasan Masjid Jaya Ar-Rahman Bingai, Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
Kegiatan ini diinisiasi Kecamatan Wampu, bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taman Pusaka Ar-Rahman Bingai, serta didukung oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah tingkat kecamatan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa Melayu, hingga organisasi Islam lainnya di wilayah Wampu dan sekitarnya.
Beragam kegiatan menarik dan sarat makna telah disiapkan dalam rangkaian acara ini, di antaranya peresmian Kampung Mengaji, bakti sosial, sedekah Jumat, gotong royong jumat berkah, lomba foto diri terbaik dan lomba mewarnai untuk anak-anak.
Selain itu tradisi mendodoi (Kesenian Melayu Religi), ziarah Mlmakam dan remake toto sejarah masjid, haflah Qur’an dan Shalat Tasbih Berjamaah, podcast/Dialog Sejarah religi dan budaya, pemasangan Plang Masjid Kuno Bersejarah Ar-Rahman Bingai.
Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antarwarga serta menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Islam Melayu yang telah lama menjadi identitas masyarakat Bingai.
Ahmad Fitria menyampaikan ajakannya kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Momentum 250 tahun Masjid Ar-Rahman Bingai bukan hanya perayaan sejarah, tapi juga panggilan hati untuk kita semua agar menjaga warisan Islam dan budaya Melayu yang luhur. Mari hadir, bersama-sama memuliakan masjid tertua kebanggaan Langkat ini, melestarikannya bagi generasi selanjutnya” ujarnya.
Lurah Bingai Fahri Aditiya Sembiring juga turut mengajak warganya untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Mari kita ramaikan, kita jaga, dan kita doakan agar Masjid Ar-Rahman Bingai terus menjadi pusat cahaya ilmu dan ibadah bagi generasi mendatang,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Taman Pusaka Ar-Rahman Bingai Rezeki Arinanda yang juga menjadi Ketua Panitia Pelaksana, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga gerakan kebudayaan.
“Pokdarwis bersama masyarakat ingin menjadikan peringatan 250 tahun ini sebagai momentum kebangkitan wisata sejarah dan religi di Wampu. Kita ingin anak muda mengenal akar sejarahnya, dan menjadikan masjid sebagai pusat kebudayaan Islam yang hidup,” katanya.
Peringatan 250 Tahun Masjid Jaya Ar-Rahman Bingai 1775–2025 diharapkan menjadi tonggak baru bagi masyarakat Wampu dalam menghidupkan semangat keislaman, kebersamaan, dan pelestarian warisan sejarah Melayu Langkat.
